Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Setidaknya 10 penjaga perbatasan dari Iran telah terbunuh dalam serangan tengah malam oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di dekat perbatasan dengan Iraq, berdasarkan laporan media Iran dikutip Aljazeera.

Insiden itu terjadi dekat desa Marivan, di wilayah Kurdi Iran sekitar 620 km dari Ibu Kota, Teheran, berdasarkan laporan Kantor Berita Pemerintah Rusia, Fars.

“Serangan oleh pemberontak dan teroris terhadap pos perbatasan garda revolusi dan ledakan depot amonisi menyebabkan 10 petempur gugur,” pernyataan dari Korps Garda Revolusi Syiah Iran mengatakan, seperti yang dikutip kantor berita Tasnim, pada Sabtu.

Petugas keamanan Provinsi Hosein Khosheqbal mengatakan pada saluran televisi pemerintah itu bahwa 11 anggota sukarela pasukan Basij terbunuh dalam kekerasan pada tengah malam di Marivan, yang ia sebut dilakukan oleh kelompok oposisi bersenjata Kurdi dari Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK)..

“Berita terbaru ialah bahwa Basij [milisi sekutu pemerintah] dan pasukan penjaga sedang mengejar para penyerang,” Khosheqbal mengatakan.

Belum jelas mengapa ada tidak kesesuaian dalam jumlah korban yang dilaporkan.

Ini merupakan jumlah terbesar tentara Iran yang terbunuh dalam satu serangan di perbatasan dengan Iraq dalam beberapa tahun terakhir, meskipun wilayah tersebut terkadang menyaksikan pertempuran antara pasukan Iran dan separatis Kurdi serta orang-orang bersenjata yang memiliki hubungan dengan kelompok teror ISIS.

Pada awal bulan ini, Garda Revolusi mengatakan mereka telah membunuh tiga petempur dalam operasi keamanan dekat perbatasan dengan Iraq. Sembilan orang lainnya dilaporkan terbunuh oleh korps keamanan itu pada bulan lalu lebih jauh ke utara perbatasan.

Ada sedikit koordinasi antara pasukan Iran dan Iraq terkait keamanan di perbatasan poros yang juga digunakan oleh ISIS untuk memasuki Iran.

Menteri Intelejen Mahmoud Alavi mengatakan pada Selasa bahwa pasukan keamanan di Iran barat daya menangkap empat tersangka ISIS yang berencana melakukan serangan.

Pada Juni 2017, petempur dari kelompok ISIS melancarkan serangan terkoordinasi ke bangunan parlemen di Teheran dan di makam pemimpin revolusi Iran Khomeini di selatan Ibu Kota, membunuh sekitar 18 orang. Hidayatullah.com

0 komentar: