Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, mengatakan pada Jumat (22/06) bahwa negaranya sedang menjalin komunikasi intens dengan Amerika Serikat dan Rusia mengenai kelanjutan kesepakatan zona de-eskalasi di wilayah Suriah selatan. Amman berkepentingan di Suriah selatan karena wilayah itu berbatasan langsung dengan negaranya.

Safadi mengatakan dalam tweet di akun Twitter-nya bahwa tujuan koordinasi ini untuk mempertahankan perjanjian zona de-eskalasi dan gencatan senjata yang telah disepakati. Rusia, AS dan Yordania sebelumnya mampu menekan pihak-pihak di bawah pengaruh mereka di Suriah untuk mematuhi gencatan senjata yang disepakati ketiganya.

Amman, imbuh Safadi, terus memantau perkembangan di Suriah selatan. Kami bekerja untuk mencegah pecahnya kekerasan dan menekankan perlunya menghormati perjanjian zona de-eskalasi.

“Perbatasan negara dan kepentingan kami harus terlindungi,” tulis Safadi.

Pernyataan menteri Yordania ini datang setelah pasukan rezim Suriah melanjutkan pengeboman di hari ketiga ke kota-kota di pedesaan Daraa timur. Kampanye itu mengakibatkan perpindahan sekitar 23 ribu orang ke daerah yang lebih aman di dekat perbatasan Suriah-Yordania.

Serangan rezim Suriah berlangsung meski AS telah memperingatkan akan melakukan tindakan tegas setiap pelanggaran kesepakatan di Suriah selatan.

Suriah selatan tenang dalam beberapa bulan terakhir setelah AS, Rusia dan Yordania menyepakati gencatan senjata. Amerika Serikat dan sekutu Eropanya bermain di wilayah ini melalui Yordania. Mereka juga memiliki pangkalan militer di kawasan tersebut. Kiblat.net

0 komentar: