Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Dilansir dari Arab News , dua penduduk tersebut tewas di provinsi Jizan, bagian utara Arab Saudi, pada Sabtu (9/6/2018) malam.

Sementara, koalisi pasukan yang dipimpin Saudi menegaskan akan membalas aksi serangan yang mengancam keselamatan warga dan keamanan penduduknya.

"Kelompok Houthi telah menargetkan warga sipil dengan proyektil," kata juru bicara pasukan koalisi Saudi, Turki Al Maliki.

Dalam pernyataannya, Maliki tidak menyebutkan jenis proyektil yang dimaksud, namun dia menyampaikan bahwa serangan tersebut sengaha menargetkan warga sipil.

"Komando Pasukan Gabungan dari koalisi akan menyerang dengan keras semua yang mengancam keselamatan dan keamanan warga negara Saudi," ucapnya, seperti dilaporkan oleh Daily Sabah.

Pada Selasa (12/6/2018), pertahanan udara Saudi menghalau rudal balistik yang menargetkan kota Yanbu.

Rudal itu ditembakkan dari wilayah pemberontak di Yaman.

Pada akhir Mei lalu, pasukan Saudi juga menghalau rudak Houthi di kota-kota di Najran dan Jizan.

Tidak ada korban tewas yang tercatat dalam insiden itu.

Saudi menuduh Iran memasok senjata dan rudal kepada kelompok Houthi.

Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Iran. Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutu Arab lainnya bergabung untuk mengembalikan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, setelah kelompok Houthi menguasai sejumlah wilayah di Yaman, termasuk Sanaa.

Sekitar 10.000 orang tewas sejak pemberontak Houthi di Yaman, Maret 2015, sehingga memicu krisis kemanusiaan. Tribbunnews.com

0 komentar: