Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Korps Pengawal Revolusioner Iran (IRGC) dilaporkan telah menggunakan Bandara Internasional Beirut Rafic Hariri di Lebanon sebagai basis operasi mereka.

Bandara tersebut dilaporkan telah dimanfaatkan untuk menyelundupkan sejumlah senjata dan juga obat-obatan, serta memungkinkan perpindahan pasukan pro-Iran ke negara lain dari perang sipil di Timur Tengah.

Melansir dari Washington Times, pada pekan lalu, IRGC disebut mendapat dukungan dari Hizbullah untuk menggunakan bandara internasional itu sebagai basis operasi rezim Iran.

Mereka telah mengangkut pasokan persenjataan dan juga personil menuju lokasi maupun negara-negara dalam rangka mencapai strategi Pengawal Revolusioner Iran untuk intervensi regional.

IRGC dipandang sebagai pihak yang memiliki peran utama dalam memicu terjadinya peperangan di Timur Tengah, termasuk yang terjadi saat ini di Suriah, Irak, Yaman dan Lebanon.

IRGC telah menyatakan strateginya dalam ikut campur di wilayah Timur Tengah pada 1990 setelah pembentukan Pasukan Quds.

Jaringan lingkaran dalam rezim menggambarkan pasukan Quds, yang merupakan unit IRGC resmi, sebagai pusat tentara Islam internasional.

Modus yang dijalankan IRGC adalah dengan memfasilitasi masuknya persenjataan dan pasukan tempur ke wilayah-wilayah konflik di Timur Tengah.

Mereka dengan mudah mendapatkan akses ke Bandara Beirut dengan dukungan politisi berkuasa di Lebanon yang berpihak pada Iran.

Kedutaan Lebanon di Teheran mengumumkan bahwa ke depan, demi menfasilitasi pergerakan warga Iran menuju Lebanon, paspor mereka tidak akan dicap di Bandara Beirut selama perjalanan mereka ke Iran. Demikian diberitakan Iran News Wire. Tribbunnews.com

0 komentar: