Breaking News
Loading...

Syiahindonesai.com - Ribuan pedagang di Grand Bazaar Teheran melakukan aksi protes melawan situasi ekonomi yang memburuk pada Senin (25/06/2018). Sejumlah polisi Iran dikerahkan untuk mengamankan aksi.

Beberapa pedagang, khususnya pedagang grosir, menyatakan fluktuasi nilai tukar rial sangat mempengaruhi nilai-nilai barang yang diimpor dan diproduksi di dalam negeri.

Mata uang Iran telah jatuh hampir 50 persen dalam enam bulan terakhir. Di pasar umum, nilai tukar satu dolar AS bisa mencapai sekitar 85.000 rial.

“Tuntutan para pedagang bazaar adalah sah. Mereka ingin situasi di pasar valuta asing diperjelas sekali dan untuk semua,” kata Abdollah Esfiandari, kepala dewan administrasi pasar kepada kantor berita ISNA.

Para anggota parlemen Iran mengirim surat kepada Ketua Parlemen Ali Larijani yang meminta pertemuan darurat antara kepala badan legislatif, eksekutif dan yudisial serta pembentukan komite khusus mengenai masalah-masalah ekonomi.

Gubernur Bank Sentral Iran, Valiollah Seif, mengumumkan bahwa akan ada kesepakatan harga tetap untuk sebagian besar barang non-inti impor. Ini dapat secara positif mempengaruhi pasar dan menghentikan permintaan fluktuasi dan perubahan nilai tukar. Kiblat.net

0 komentar: