Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Komandan tinggi pemberontak Syiah Hutsi dilaporkan terbunuh dalam operasi darat skala besar di Hudaidah, Yaman Barat.

Tentara gabungan Yaman dan koalisi Arab menggelar operasi darat skala besar di untuk membebaskan kota pelabuhan Hudaidah. Seorang komandan tertinggi Syiah Hutsi Brigadir Jenderal Ibrahim Mohammed Al-Moutawkel, dilaporkan tewas dalam operasi yang disebut sebagai Kemenangan Emas itu.

Pihak pemberontak Hutsi pada Kamis (14/06/2018) mengakui tewasnya salah satu komandan tertinggi mereka, Brigadir Jenderal Ibrahim Mohammed Al-Moutawkel. Moutawkel merupakan pemimpin sebuah batalion Hutsi bernama Brigade Al-Hussein.

Seperti dilaporkan Al Arabiya, sumber-sumber lokal pemberontak Hutsi menyebut Moutawkel dan batalionnya ditugasi untuk bertempur di Hudaidah. Sumber tersebut menyebut dia dan seajumlah pasukannya tewas dalam bentrokan di sekitar pelabuhan.

Moutawkel dilaporkan telah menjalani pelatihan militer di Iran selama 10 tahun. Dia kemudian sejak awal terlibat dalam pemberontakan kelompok Syiah Hutsi di Yaman, dan mengomandoi psaukan sejumlah sejumlah medan.

Sumber Hutsi juga menyebut seorang petinggi militerlain yang tewas dalam bentrokan di Hudaidah terbaru adalah Kolonel Ali Hussein al-Marani. Dia dikabarkan tewas bersama sedikitnya 13 milisi Hutsi dalam bentrokan yang berlangsung pada Kamis.

Sumber militer di Yaman menyebut posisi pemberontka Hutsi di Hudaidah sudah terdesak. Mereka berencana meledakkan Pelabuhan Hudaidah seluruh fasilitasnya ketika pasukan resmi pemerintah Yaman bersama koalisi Arab mendekat dan mengusir mereka dari wilayah itu. Kiblat.net

0 komentar: