Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Rezim Syiah Assad dilaporkan berencana akan melakukan operasi baru terhadap pasukan oposisi di Suriah selatan.

Sumber-sumber oposisi mengatakan kepada Anadolu Agency , Kamis (24/5/2018), bahwa pasukan rezim berharap untuk menegaskan kendali atas penyeberangan perbatasan Nassib dengan Yordania, yang telah direbut oleh Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) pada tahun 2015.

Sementara itu, Daraa tetap dibagi oleh pasukan rezim, yang memegang bagian utara kota, dan FSA, yang masih mengontrol bagian selatan.

Kota berpenduduk sekitar 200.000 jiwa tersebut kemungkinan berisiko perpindahan, karena banyak yang akan melarikan diri ke negara tetangga Yordania jika rezim Syiah Nushairiyah ini melakukan serangan besar.

Menurut angka PBB, Yordania saat ini menampung sekitar 660.000 pengungsi Suriah.

Pada hari Selasa, pasukan yang didukung Iran – termasuk Syiah Hizbullah – sebagian mundur dari distrik Etman di Daraa dan distrik Khirbet Ghazaleh dekat jalan raya yang menghubungkan Damaskus ke ibukota Yordania, Amman.

Selama pekan terakhir, tiga konsentrasi milisi Syiah Hizbollah yang terpisah telah meninggalkan daerah itu, dengan penarikan terakhir terjadi pada fajar Selasa.

Pasukan rezim Assad dengan cepat mengisi kekosongan, terutama di distrik Sajna dan Al-Manshiyya.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik kejam yang dimulai pada awal 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai warganya yang berunjuk rasa dengan keganasan militer yang tidak terduga. Jurnalislam.com

0 komentar: