Breaking News
Loading...

Syiah dan Kebohongan Mereka tentang Imam Mahdi

Syiahindonesia.com - Keyakinan terhadap datangnya Al-Mahdi di akhir zaman adalah bagian dari akidah Islam yang berlandaskan hadits-hadits shahih. Namun, dalam ajaran Syiah, konsep Imam Mahdi telah mengalami distorsi yang sangat jauh dan dibumbui dengan berbagai kebohongan serta dongeng yang tidak masuk akal. Mahdi versi Syiah bukanlah sosok pemimpin adil yang dinantikan umat manusia sesuai nubuwah Nabi, melainkan sosok fiktif yang digunakan untuk melegitimasi otoritas para pendeta Syiah selama berabad-abad. Artikel ini akan membongkar kebohongan-kebohongan fundamental dalam konsep Mahdi Syiah dan bagaimana hal tersebut bertentangan dengan dalil-dalil yang lurus.


1. Kebohongan tentang Kelahiran dan Keberadaan Sang Imam

Salah satu kebohongan terbesar Syiah adalah klaim bahwa Imam ke-12 mereka, Muhammad bin Hasan al-Askari, telah lahir dan kini sedang bersembunyi di dalam sebuah lubang atau gua (Sardab) di Samarra sejak tahun 260 Hijriah.

Fakta Sejarah: Para sejarawan, termasuk saksi mata dari keluarga internal Hasan al-Askari sendiri, menyatakan bahwa Hasan al-Askari wafat tanpa meninggalkan keturunan. Saudara kandungnya sendiri, Jafar bin Hasan, memberikan kesaksian bahwa kakaknya tidak memiliki anak. Namun, demi menjaga kelangsungan doktrin "12 Imam", para tokoh Syiah menciptakan narasi kebohongan bahwa ada anak yang lahir secara sembunyi-sembunyi dan langsung masuk ke alam ghaib (Ghaibah).

Allah SWT berfirman tentang orang-orang yang mengikuti prasangka dan kebohongan:

إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

"...Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berbohong." (QS. Al-An'am: 116)

2. Misi Balas Dendam, Bukan Rahmat

Imam Mahdi dalam Islam Ahlussunnah datang untuk memenuhi bumi dengan keadilan dan kedamaian sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman. Namun, Mahdi versi Syiah digambarkan sebagai sosok yang haus darah dan datang untuk melakukan balas dendam sejarah.

Dalam kitab-kitab mereka, diklaim bahwa saat Mahdi muncul, ia akan:

  • Menghidupkan kembali Abu Bakar dan Umar untuk disalib dan disiksa.

  • Menghidupkan kembali Ummul Mukminin Aisyah RA untuk dicambuk.

  • Membantai mayoritas umat Islam yang tidak sepaham dengan Syiah.

Ini adalah kebohongan keji yang menistakan konsep kepemimpinan Islam. Islam adalah agama rahmat, sedangkan Mahdi versi Syiah adalah tokoh yang membawa misi kebencian dan dendam kesumat yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak nubuwwah.


3. Kebohongan "Ghaibah" (Persembunyian) Selama Ribuan Tahun

Syiah meyakini Mahdi mereka telah bersembunyi selama lebih dari 1.100 tahun. Kebohongan ini diciptakan untuk menutupi fakta bahwa sosok tersebut memang tidak pernah ada. Untuk menjaga pengikutnya tetap setia, para tokoh Syiah mengklaim bahwa sang Imam tetap memberikan petunjuk melalui perantara (wakil-wakilnya).

Logikanya, jika Mahdi adalah imam yang maksum dan wajib ditaati sebagai pemberi petunjuk bagi umat, apa gunanya ia bersembunyi selama ribuan tahun di saat umat sedang menghadapi berbagai fitnah? Keberadaan imam yang tidak bisa ditemui, tidak bisa dimintai fatwa, dan tidak bisa memimpin adalah keberadaan yang sia-sia secara syariat dan logika.

Rasulullah SAW bersabda mengenai sifat Al-Mahdi yang asli:

يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي

"...Namanya sama dengan namaku, dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Kontradiksi: Nama Nabi adalah Muhammad bin Abdullah. Sedangkan Mahdi versi Syiah adalah Muhammad bin Hasan (al-Askari). Dari sisi nama ayah saja, Mahdi Syiah sudah terbukti bukan sosok yang dimaksud oleh Rasulullah SAW.

4. Legitimasi Kekuasaan "Wilayatul Faqih"

Kebohongan tentang Mahdi yang ghaib ini digunakan sebagai alat politik oleh para ulama Syiah di Iran untuk mencetuskan doktrin Wilayatul Faqih. Mereka mengklaim bahwa karena Mahdi sedang bersembunyi, maka otoritas kekuasaan mutlak berada di tangan para ulama senior (Faqih) sebagai wakil imam.

Dengan demikian, rakyat diwajibkan tunduk secara buta kepada pemimpin politik mereka dengan dalih ketaatan kepada Mahdi. Konsep Mahdi ghaib adalah "cek kosong" yang digunakan para elit Syiah untuk memerintah dengan otoritas ketuhanan yang tak terbatas.


5. Menunggu Sosok yang Membawa Syariat Baru

Syiah meyakini bahwa saat Mahdi muncul, ia akan membawa Mushaf yang berbeda (Mushaf Fatimah) dan akan menghakimi manusia dengan hukum keluarga Daud, bukan lagi dengan syariat Muhammad SAW yang ada sekarang.

Kebohongan ini sangat berbahaya karena:

  1. Meragukan kesempurnaan Al-Qur'an yang ada di tangan kita.

  2. Mengisyaratkan bahwa syariat Islam saat ini akan dihapus dan diganti.

  3. Membuka pintu bagi munculnya ajaran-ajaran sesat baru di bawah kedok "perintah Mahdi".


Kesimpulan

Konsep Mahdi dalam ajaran Syiah adalah kumpulan dongeng dan kebohongan yang dirancang untuk menjaga keterikatan emosional pengikutnya dan legitimasi politik para tokohnya. Mahdi versi mereka berbeda secara total dengan Al-Mahdi yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW, baik dari segi silsilah, nama ayah, sifat, maupun misinya.

Sebagai umat Islam di Indonesia, kita harus tetap berpegang pada hadits-hadits shahih mengenai akhir zaman. Imam Mahdi yang asli akan muncul sebagai keturunan Nabi yang menegakkan tauhid dan sunnah, bukan sosok ghaib yang hobinya melaknat sahabat dan membawa dendam masa lalu. Mari kita bentengi diri dengan ilmu agar tidak tertipu oleh propaganda "kerinduan pada imam ghaib" yang menyesatkan akidah.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: