Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Rusia mulai membentuk milisi yang terdiri dari para pemuda Syiah Alawi sebagai sebuah pasukan independen untuk ditempatkan di Provinsi Lattakia dan Tartous.

Menurut informasi yang bocor, Moskow telah mempercayakan tugas ini pada Kolonel Suhail al-Hassan, anggota paling senior di rezim Suriah. Satuan ini akan dinamakan “Hard Task Force.” Dan akan diperkirakan berjumlah 10.000 petempur dan ditempatkan di dua provinsi pesisir.

Pelatihan dari pasukan ini akan diawasi oleh perwira-perwira militer Rusia, sementara perwira Suriah yang berafiliasi dengan al-Hassan bertugas merekrut para anggota Syiah Alawi, yang baru terdaftar dalam wajib militer atau milisi lain, dan jumlahnya saat ini mencapai 1.500.

Moskow tampaknya berupaya memaksakan kontrol militer atas provinsi Tartous dan Lattakia, di mana markas-markas militer Rusia berlokasi, mengandalkan Kolonel Suhail al-Hassan, yang berhubungan dekat dengan Presiden Rusia.

Di masa lalu, rezim Suriah pernah mengumumkan bahwa “perebutan kekuasaan” telah mulai meletus antara keluarga Bashar al Assad dan Kolonel Suhail al-Hassan setelah penunjukkan Maher al-Assad, saudara laki-laki Bashar, sebagai komandan Divisi Keempat rezim Bashar al Assad sementara al-Hassan mendapat dukungan yang semakin membesar dari Rusia.

Jaringan TV Libanon yang dijalankan Iran, al-Alam, pada Maret mempublikasikan sebuah laporan yang menunjukkan Suhail al-Hassan memberikan ucapan selamat pada Putin yang baru saja memenangkan pemilihan presiden Rusia, yang kemudian dijawab oleh Putin dengan mengatakan: “Tunggu kabar baik saya,” namun tidak lama setelah itu chanel TV itu menghapus berita tersebut. Hidayatullah.com

0 komentar: