Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pesawat Suriah pada hari Jum'at (25/5/2018) menjatuhkan selebaran di provinsi selatan Daraa, mendesak para pejuang oposisi yang mengendalikan sebagian besar wilayah itu untuk meletakkan senjata mereka atau menghadapi serangan.

Penduduk mengatakan kepada AFP bahwa beberapa selebaran yang berbeda tersebar di seluruh provinsi, yang berbatasan dengan Israel dan Yordania dan diperkirakan menjadi salah satu target rezim berikutnya.

Salah satunya, dilihat oleh seorang jurnalis kontributor AFP di kota Daraa, termasuk gambar yang menunjukkan jejeran tubuh, kemungkinab dari pejuang anti-pemerintah.

"Ini adalah nasib tak terelakkan dari siapa pun yang bersikeras membawa senjata," bunyi selebaran itu.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, selebaran lain mengumumkan "kedatangan tentara tentara Arab Suriah".

Pemantau perang yang berbasis di Inggris itu juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengirim bala bantuan ke provinsi selatan setelah selesainya operasi untuk mengamankan Damaskus awal pekan ini.

Rezim Suriah dan pasukan sekutu pada hari Senin merebut kembali wilayah Yarmuk di selatan Damaskus, memberi Presiden Bashar al-Assad kontrol penuh atas ibukota dan sekitarnya untuk pertama kalinya sejak 2012.

"Pasukan ini sekarang ditempatkan di tepi provinsi Daraa," kata Kepala Observatory, Rami Abdel Rahman.

"Tujuannya adalah serangan yang luas, jika pemberontak menolak penarikan yang dinegosiasikan seperti yang terjadi di Ghouta Timur," katanya.

Pasukan Suriah yang didukung-Rusia melancarkan operasi besar pada Februari melawan Ghouta Timur, sebuah kantong oposisi semi-perdesaan yang tersebar luas di timur ibukota.

Serangan udara dan penembakan Setiap harinya menyebabkan sedikitnya 1.700 orang tewas, menurut Observatorium, dan akhirnya memaksa para pejuang oposisi untuk menerima pemindahan ke provinsi utara Idlib.

Lokasi Daraa membuat operasi yang luas di sana sangat sensitif, dengan Israel mencurigai sekutu-sekutu Iran Damaskus berusaha membangun jejak militer lebih dekat ke perbatasannya.

Abdel Raman mengatakan serangan yang direncanakan Suriah sejauh ini hanya mencakup pasukan reguler Suriah, didukung oleh militer Rusia tetapi tidak oleh pasukan Syi'ah Iran atau milisi Syi'ah Hizbollata Libanon yang didukung Teheran.

Pemerintah dan pasukan sekutu mengendalikan sekitar 30 persen dari Daraa, yang sisanya dipegang oleh berbagai faksi, termasuk kontingen kecil pejuang dari kelompok Islamic State. Voa-islam

0 komentar: