Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan satu tim pasukan khusus ke perbatasan Arab Saudi dengan Yaman untuk membantu melacak dan menghancurkan tempat penyimpanan rahasia rudal balistik yang digunakan pemberontak Syiah al Houthi menyerang Ibu Kota Saudi, Riyadh, menurut sebuah laporan New York Times.

Harian itu, yang mengutip pejabat anonim AS dan diplomat Eropa, mengatakan pada Kamis bahwa tim yang meliputi puluhan anggota ‘Green Berets’ dikirim ke perbatasan Saudi-Yaman pada Desember tahun lalu.

Mereka tiba beberapa minggu setelah rudal balistik dari Yaman hampir mencapai Riyadh, menurut laporan tersebut.

Selain bekerja dengan para analis intelejen Amerika untuk membantu menemukan lokasi rudal Houthi di dalam Yaman, pasukan khusus AS itu juga melatih tentara Saudi untuk mengamankan perbatasan mereka.

Diklaim juga bahwa para tentara Amerika itu bekerja dengan pesawat pengintai untuk melacak persenjataan Houthi dan lokasi peluncuran mereka.

New York Times menyebut pengerahan pasukan khusus itu “pelanjutan eskalasi perang rahasia Amerika”, bahwa langkah tersebut bertentangan dengan klaim militer AS bahwa bantuannya pada pasukan koalisi Arab di Yaman hanya terbatas pada “dukungan non-tempur”.

Senator Tim Kaine, seorang senator Demokrat, meyakini bahwa misi itu merupakan “upaya mengaburkan garis antara misi latih dan persenjatai dan misi tempur”.

Koalisi Arab pimpinan Saudi sedang memerangi pemberontak Syiah al Houthi dukungan Iran untuk mengembalikan pemerintahan Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Perang di Yaman telah membunuh lebih dari 10.000 orang dan membuat lebih dari dua juta rakyatnya kehilangan tempat tinggal.

Krisis Kemanusiaan

Tiga tahun pembantaian Bashar al Assad telah menyebabkan bencana kemanusiaan: sekitar tujuh juta orang berada di ambang kelaparan, sementara satu juta orang diduga terinfeksi kolera.

Pemerintahan Donald Trump telah mendapat banyak kritik karena terus mendukung perang Saudi di Yaman. Hidayatullah.com

0 komentar: