Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Jumat (20/4/2018) lalu, imigran Syiah asal Afghanistan di Rudenim Balikpapan mengamuk hingga meresahkan warga setempat. Mereka menuntut kebebasan setelah empat tahun di tahan.

Tokoh Balikpapan yang juga perwakilan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Balikpapan Ustaz Fajar Sidik menilai bahwa sudah lama imigran dinilai meresahkan warga.

“Kita menyatakan menolak keberadaan mereka di sini. Kami minta IOM (Internasional Organitation for Migran) mengeluarkan mereka dari Balikpapan. Kedatangan mereka ilegal dan dikeluarkan dari Balikpapan karena tidak sesuai prosedur,” kata ustaz Fajar Sidik kepada Jurnalislam.com, Ahad (22/4/2018).

Tak hanya ANNAS, warga sekitar pun merasa terganggu akibat adanya imigran Syiah ini. Belum lagi mereka kerap melakukan demonstrasi, namun aspirasi mereka agar dibebaskan ditolak oleh Pemkot Balikpapan.

“Kami menolak mentah-mentah. Istilahnya kalau memang tidak suka ya sudah mereka keluar aja dari Balikpapan, karena membuat resah masyarakat di sekitarnya dan membuat tidak nyaman hidupnya dari masyarakat di situ,” tambahnya.

Ia pun meminta agar pemerintah dapat memaksa agar imigran ini dikeluarkan dari Balikpapan, karena mereka sudah secara nyata mengganggu ketertiban umum.

“Kami mengusulkan ke Pemda, kalau perlu pengusiran secara paksa IOM,” pungkasnya. Jurnalislam.com

0 komentar: