Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Sana’a, Yaman – Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang kamp militer di dalam Ibu Kota Yaman, Sana’a lima kali pada Rabu malam (4/4), kata warga setempat.

Serangan udara tersebut dilancarkan beberapa jam setelah gerilyawan Syiah Al-Houthi menyatakan mereka menembakkan satu rudal balistik ke arah tangki penyimpanan perusahaan Saudi Aramco.

Warga di Ibu Kota Yaman, Sana’a, melaporkan lima serangan udara menghantam kamp militer di Pegunungan Attan di bagian barat-daya Sana’a.

Suara ledakan bergema di seluruh kota yang berpenduduk padat itu, yang dikuasai oleh gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang bersekutu dengan Iran, demikian laporan Xinhua Kamis siang.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Serangan udara tersebut, yang ditujukan ke Sana’a pada Rabu malam, dilancarkan di tengah peningkatan militer di lapangan dari semua kekuatan yang berperang di Yaman, setelah lebih dari satu bulan suasana relatif tenang di ibu kota Yaman itu.

Pada Rabu, kelompok Al-Houthi menyatakan petempurnya menembakkan satu rudal balistik ke arah tangki penyimpanan raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, di Provinsi Jizan di bagian barat-daya Arab Saudi, kata kantor berita Yaman, Saba.

Namun, stasiun televisi milik negara Arab Saudi, Al-Arabiya, melaporkan rudal tersebut dicegat dan dimusnahkan.

Sehari sebelumnya, Arab Saudi menyatakan salah satu tanker minyaknya menjadi sasaran serangan di perairan internasional di lepas pantai Kota Pelabuhan di tepi Laut Merah, Hodeidah –yang dikuasai oleh gerilyawan Al-Houthi.

Milisi Al-Houthi belum mengklaim bertanggung-jawab, tapi sebagian pegiatnya mengatakan serangan pada Selasa terhadap tanker Arab Suadi di Laut Merah dilakukan dengan menggunakan rudal darat-ke-laut sebagai pembalasan atas serangan koalisi belum lama ini terhadap Hodeidah.

Pada Maret 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer Arab, yang didukung oleh Amerika Serikat, untuk campur-tangan dalam konflik di Yaman untuk mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang hidup di pengasingan.

Koalisi tersebut telah melancarkan ribuan serangan udara terhadap gerilyawan Syiah Al-Houthi, dalam upaya memutar-balikkan perolehan gerilyawan dukungan Iran itu dan memulihkan kekuasaan Presiden Hadi di Sana’a.

Sebagai balasan, gerilyawan Al-Houthi telah menembakkan ratusan rudal balistrik ke kota besar Arab Saudi, yang kebanyakan dicegat oleh pasukan pertahanan udara Arab Saudi.

Perang saudara di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 10.000 orang Yaman, kebanyakan warga sipil, dan mendorong negara Arab itu ke ambang kelaparan massal. Telusur.co.id

0 komentar: