Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Puluhan penghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)  Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) rencananya akan dipindahkan ke lokasi lain. Pasalnya, rumah yang ditinggali itu bukan wadah untuk pencari suaka itu. Rencana kepindahan itu buntut dari perusakan fasiltas di Rudenim.

Aksi perusakan fasilitas negara Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)  Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim)  yang dilakukan para pencari suaka, membuat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hasilnya, DPRD, Pemkot dan Rudenim akan mencarikan formula untuk segera memindahkan para imigran itu, karena Rudenim bukan tempat bagi para pencari suaka tersebut.

Sidak dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecale dan Ketua Komisi I Faisal Tola, serta sejumlah anggota. Dalam sidak tampak Kepala Rudenim Balikpapan, Irham.

Setelah melakukan  pertemuan, para wakil rakyat ini juga melihat langsung kondisi ratusan para imigran, bahkan sempat berdialog dengan para imigran untuk mengetahui apa sebenarnya keinginan mereka.

Sabaruddin Panrecale mengatakan, DPRD, Pemkot dan Rudenim akan mencarikan formula bagi para imigran agar segera bisa dipindahkan ke tempat lebih refresentatif, karena sebenarnya Rudenim bukan untuk menampung para pencari suaka melainkan WNA yang bermasalah.

“Para imigran  ini sudah berada di Rudenim rata-rata sudah 4 tahun dan kondisi inilah yang membuat mereka tidak nyaman, karena mereka bukan tahanan melainkan para pencari suaka,” ujar Sabaruddin.

Sebelumnya, pada 21 April, fasilitas di Rudenim dirusak pencari suaka. Fasilitas itu diantaranya CCTV, fasilitas taman hingga pembakaran tempat sampah. Aksi perusakan itu dilakukan sekitar 50 sampai 60 pencari suaka.

Sebelumnya, beberpa penghuni sempat melarikan diri dari Rudenim tersebut. Belum lama ini justeru mereka nekat merusak fasilitas yang ada. DPRD dan Pemkot setempat sedang mencari formula tentang bagaimana solusi terbaik untuk memindahkan mereka. Gerbangkaltim.com

0 komentar: