Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, SEMARANG - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jateng, menilai ada peran kelompok Syiah dalam pelaporan Amien Rais ke Mapolda Metro Jaya, atas dugaan ujaran kebencian, belum lama ini. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PAN Jateng, Agung Wisnu Kusuma.

"Ada indikasi kepentingan Syiah yang turut bermain dalam pelaporan pak Amien," kata Agung, kepada Tribun Jateng, Rabu (18/4).

Agung menyebut, indikasi kepentingan Syiah terasa kental. Sebab, salah satu pelapornya adalah Husein Shahab, yang ia nilai sebagai bagian dari Syiah.

Di samping itu, Agung merasa bahwa pelaporan ini merupakan direct attack (serangan langsung) terhadap PAN.

Terlebih, saat ini PAN turut mengusung pasangan calon (paslon) Sudirman - Ida, dalam Pilgub Jateng 2018.

"Sebagai pengurus dan kader PAN, kami sudah mendapat instruksi dan perintah untuk bersiap dengan segala yang ada. Baik yang berupa serangan langsung maupun tak langsung," tuturnya.

Selain itu, Agung juga menyoroti soal prosedur pelaporan yang dilayangkan oleh (salah satunya) Husein Shahab, yang merupakan bagian dari Cyber Indonesia.

Menurut dia, pelapor bukan merupakan saksi yang hadir, saat Amien Rasi diduga melontarkan ujaran kebencian, dalam ceramah usai salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) kemarin.

"Saya bilang, pelaporan ini penuh tendensi, dan serangan ke kami. Sebab, pelapor bukan orang yang hadir langsung, atau saat melapor membawa serta saksi yang hadir saat pak Amien memberi tausiah," ucapnya.

Di samping itu, menurut dia, Amien Rais juga telah memberi klarifikasi soal ucapannya, tentang partai Allah dan partai Setan, yang diduga mengandung ujaran kebencian.

"Pak Amien sudah mengklarifikasi bahwa itu tidak ditujukan secara spesifik kepada kelompok tertentu," imbuhnya.‎

‎Dia berharap, jika memang laporan terhadap Amien Rais atas dugaan melakukan ujaran kebencian tak terbukti, pihak kepolisian segera mengumumkan bahwa kasus ini segera ditutup.

Jangan sampai, ingatnya, kasus ini hanya dijadikan sebagai bahan bully-an untuk Amien Rais, maupun untuk membungkam suara oposan.

"Jangan sampai ini dijadikan bahan bullying, sehingga melahirkan ujara-ujaran kebencian yang bertebaran di media sosial. Kami ingin asas praduga tak bersalah dan ‎equality before the lawa (persamaan di hadapan hukum) benar-benar diterapkan," tandasnya. Tribunnews.com

0 komentar: