Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Baru-baru ini Majelis Ulama Islam ( MUI ) Kabupaten Jember, Jawa Timur menyatakan, bahwa buku berjudul ’57 Khutbah Jumat’ terindikasi berpaham keagamaan Syiah yang bertentangan dengan paham keagamaan mayoritas muslim di Indonesia.

Penolakan terhadap buku tersebut juga disampaikan Ketua MUI Provinsi Lampung  Khairuddin Tahmid Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung ini menyebut buku tersebut dapat berpotensi meresahkan masyarakat karena didalamnya terdapat paham syiah.

“Isi buku bertentangan dengan paham utama keislaman di Indonesia dan tidak akurat karena kajian dalam buku tersebut dangkal dan hanya mengutip tiga pendapat saja,” ujar Khairudin (29/3).

Untuk itu MUI Seluruh Indonesia mengambil sikap menolak buku tersebut diedarkan, Meski demikian di Provinsi Lampung belum ada laporan dari masyarakat adanya peredaran buku tersebut, tutup Khairudin.

Berdasarkan pantauan disejumlah toko buku di Bandarlampung, buku yang berjudul “57 Khutbah Jumat” ini tidak sempat masuk kepasaran, Ini disampaikan pedagang buku Jonriyanto. “belum pernah mendapatkan suplay buku yang terindikasi paham syiah tersebut,” ungkap Jonriyanto sebagaimana dilansir Radartvnews.com, (30/3/18).

Sebelumnya diketahui, Buku berjudul lengkap ’57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa’ ini diterbitkan lembaga Islam Integral yang dipimpin Ali Assegaf. Dalam sinopsis di sampul belakang buku tertulis ide pembuatan buku ini bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya kajian agama tanpa menyertakan wacana bangsa, wacana Pancasila di dalamnya begitu pun sebaliknya.(liz/lat/san)

0 komentar: