Breaking News
Loading...



Oleh : Zulkarnain El-Madury

Al Kulaini menyatakan dalam Al-Kafi-nya: 'Para Imam mengetahui saat  kematian mereka dan bahwa mereka akan mati kalau mereka menginginkannya' [Al - Usul Min al-Kafi (1/258) dan Al-Fusul Al-Muhimmah dari al-Hurr al-Amili (hal.155) ]

Dan  Al-Majlisi- dalam bukunya Bihar al Anwar - menyebutkan sebuah hadits yang mengatakan : “Tidak ada Imam yang mati secara wajar; masing-masing dari mereka terbunuh atau diracuni. ”[ Bihar al-Anwar (43/364) ]

Now  jika para  Imam mengetahui yang gaib (ghaib) seperti yang diakui oleh Al-Kulaini dan al-Hurr al Amili,  mereka pasti akan tahu minuman atau makanan apa yang diberikan kepadanya, dan jika kebetulan diracuni,  mereka  akan tahu dan menolak untuk makan atau meminumnya. Tetapi jika dia terus makan atau meminumnya, tahu betul bahwa itu beracun, maka mereka harus dipandang telah melakukan bunuh diri,  dan Nabi Muhammad Salllalahu Alaihi wasallam telah menyatakan secara tegas bahwa siapa pun yang bunuh diri akan berada dalam api Neraka. Akankah Syiah, kemudian, menerima nasib ini untuk Imam mereka ?. Disamping membuat tuduhan bahwa Wafatnya  Nabi tidak wajar menurut Syiah, naudzubillah



CATATAN:

Ushul al-Kafi yang merupakan kumpulan sumber dan riwayat yang dikaitkan dengan Imam Syiah, Ahlul Bayt dan Nabi. Al-Kafi adalah Buku Syiah yang PALING andal, seperti yang dikatakan dan dinyatakan oleh para Ulama Syiah yang andal. Penulisnya adalah Thiqat al-Islam Muhamad Ibn Yaqub AlKulayni (SANG SANGAT SANGAT dipercaya, meninggal di 328 H). Beberapa ulama Syi'ah percaya bahwa ushul Al-Kafi diberikan kepada Imam Ali yang legendaris yang menyukainya dan berkata: 'Cukuplah Syiah kami' (al-Thari'ah ela Tasanif al-Syiah: Agha Buzurg al-Tahraani ; bag.17, hal.245) 

0 komentar: