Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pemerintah Amerika Serikat membuat pernyataan keras dengan menyebut Rusia terlibat dalam serangan yang menewaskan ratusan penduduk Ghouta Timur, Suriah. Padahal PBB sudah memberlakukan gencatan senjata.

Gedung Putih menyebut, pesawat-pesawat militer Rusia lepas landas dari Pangkalan Udara Humaymim di Suriah melakukan setidaknya 20 misi pengeboman setiap hari, termasuk di Damaskus, pada periode 24 sampai 28 Februari.

Tak disebutkan jenis bom apa saja yang dijatuhkan. Namun AS menyebut pesawat-pesawat yang digunakan sulit terdeteksi radar.

“Rusia telah melanggar perjanjian (gencatan senjata PBB) dan membunuh warga sipil tak berdosa di bawah operasi yang mengatasnamakan memberantas terorisme,” demikian pernyataan Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Senin (5/3/2018).

Sementara itu rezim Bashar Al Assad berjanji terus melanjutkan serangan di Ghouta Timur dan tak malu-malu melanggar gencatan senjata PBB. Serangan bertubi-tubi ke kawasan itu disebut sebagai perang paling mematikan di dunia saat ini, dengan korban tewas lebuh dari 650 orang.

Perang di Ghouta Timur memasuki tahun ketiga. Dengan bantuan Rusia dan Iran, rezim Syiah ini berambisi merebut daerah yang dihuni warga Muslim Sunny itu.

Lembaga Pemantau HAM menyebut, serangan pasukan Suriah di Ghota Timur telah menewaskan 659 orang sejak 18 Februari 2018. Sementara pengeboman di Damaskus menewaskan 27 orang. Inews.id

0 komentar: