Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Sebagai seorang anak diwajibkan mengabdi kepada kedua orangtua. Apalagi orangtuanya mengajak ke jalan kebaikan dan kebenaran.

Namun apa jadinya jika ada orangtua yang memaksa anaknya untuk meyakini faham Syiah. Hal ini diadukan anak tersebut kepada Ustadz Abdul Somad saat berceramah di Masjid Nurul Ashri Deresan Yogyakarta.

"Saya seorang anak tunggal memiliki orangtua Syiah. Bagaimana pendapat Ustadz jika orangtua saya sangat ingin anaknya ikut Syiah?" tanya jamaah tersebut lewat secarik kertas yang dibacakan Ustadz Abdul Somad.

"Jangan kau ikut kalau tak punya ilmu. Pakai telinga, mata, hati," nasehat Dosen di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau itu.

"Ada yang mengatakan Syiah dengan Sunni itu sama seperti NU dan Muhammadiyah. Enggak sama. Ini perbedaannya luas biasa. Ada lima perbedaan dengan Syiah dan tidak akan bersatu dengan kita," jelas UAS yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini.

Pertama mereka percaya imam -12, jika tidak percaya maka termasuk golongan kafir. Kedua Syiah mengkafirkan sahabat nabi. Mereka percaya setelah wafatnya Rasulullah SAW, Ali lah yang jadi khalifah. Bukan Abu Bakar dan Umar, sehingga sahabat nabi dikafirkan oleh Syiah.

Ketiga Syiah meyakini Alquran yang ada sekarang sudah diobok-obok Abu Bakar dan Usman. Mereka percaya sebenarnya nama Ali banyak dalam Alquran. "Lalu terakhir mereka sebut tuhan tidak tahu apa yang terjadi besok," tutup Ustaz Abdul Somad.

Video tanya jawab ini sudah diposting akun Tafaqquh.tv di youtube. Sudah ditonton ratusan ribu netizen atau warganet. Riau24.com

0 komentar: