Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - LIDMI menggelar kajian kotemporer di sela persidangan Muktamara II dengan tema “Tapak Tilas Sejarah Pewaspadaan Syiah di Kampus” di Pondok Pesantren Madinah Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin (26/2) malam. Materi dibawakan  ustaz Misbah, aktivis dakwah kampus tahun 90-an.
Illustrasi, satukan langkah waspadai kesesatan Syiah

Dalam kajiannya,  Misbah menceritakan sejarah masuknya Syiah di kampus tersebut sampai pada strategi pengusirannya. Bermula dari penyusupan ke salah satu lembaga kemahasiswaan yang berafiliasi ke Syiah yang sempat bermarkas di masjid kampus.

“Untuk aktivis dakwah kampus saat ini yang terpenting adalah perkuat dasar manhaj kita, dan memperbanyak wawasan seputar kesesatan Syiah, sehingga ketika ada Syubhat maka pengurus LDK harus tampil didepan ketika suatu saat nanti kita berhadap-hadapan dengan mereka (Syiah),” ujarnya sebagaimana dilansir Beritakotamakassar.fajar.co.id, (27/2/18).

Pria lima anak ini berpesan, memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk membedakan mana yang benar dan salah harus menjadi program utama LDK. Ketika para mahasiswa tidak paham maka akan sangat mudah terpengaruh ke Syiah. (albert/syiahindonesia.com)

0 komentar: