Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pesawat-pesawat tempur rezim Bashar Al Assad melancarkan serangan besar-besaran ke dua wilayah utama terakhir yang dikuasai oposisi, menewaskan sedikitnya 29 orang di daerah pinggiran Ghouta dekat ibu kota dan “mencekik” warga sipil dengan gas di Idlib barat laut, para petugas penyelamat dan seorang petugas monitor perang mengatakan pada hari Senin, tulis Arab News, Selasa (06/02/2108) mengutip dari Reuters.

Pemerintahan Presiden Bashar Assad telah berjanji untuk merebut kembali semua wilayah di Suriah yang dikuasai oposisi yang telah kehilangan sebagian besar wilayah yang mereka kuasai dalam perang yang memasuki tahun kedelapan.

Pengepungan selama bertahun-tahun atas wilayah utama terakhir oposisi yang dekat dengan ibu kota Damaskus, pinggiran Ghouta timur, telah diperketat dalam beberapa bulan terakhir. Di barat laut, pemerintah dan sekutu milisinya telah berusaha bergerak maju di sebagian besar kota di Idlib, provinsi terakhir yang sebagian besar masih berada di bawah kendali oposisi.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa pesawat-pesawat tempur yang menyerang Ghouta timur dekat Damaskus juga telah menyerang kota Zamalka, Arbaeen, Hazza dan Beitu Soua, menewaskan sedikitnya 29 orang. Media pemerintah mengatakan pejuang oposisi yang menembaki ibukota yang dikuasai pemerintah membunuh seorang wanita.

Kepedulian internasional atas nasib Ghouta timur telah semakin meningkat, di mana penduduk mengatakan bahwa mereka telah kehabisan makanan dan obat-obatan.

Di barat laut, medan perang utama lainnya dalam perang antara pemerintahan Assad dan lawan-lawan oposisi utamanya, pemboman juga meningkat pada hari Ahad malam setelah oposisi menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia pada hari Sabtu.

Para petugas penyelamat mengatakan setidaknya sembilan orang menderita masalah pernapasan akibat bahan kimia yang turun dari udara. Lembaga bantuan dan regu penyelamat mengatakan tiga rumah sakit juga telah diserang.

Syrian American Medical Society (SAMS), badan amal yang mendukung rumah sakit di Suriah, mengatakan bahwa para dokter di Idlib melaporkan 11 pasien “dengan gejala yang mengindikasikan penggunaan klorin.”

Dua barel berisi gas kimia telah diturunkan dari helikopter pada hari Ahad malam, kata Radi Saad, anggota tim senjata kimia dari kelompok pertahanan sipil Helm Putih yang beroperasi di wilayah-wilayah yang dikuasai oposisi Suriah, kepada Reuters.

Komite Internasional Palang Merah, Helm Putih dan Medical Care and Relief Organizations (UOSSM) yang berbasis di AS mengatakan bahwa fasilitas perawatan kesehatan di Suriah barat laut terkena serangan udara.

“Dengan mayoritas rumah sakit yang tidak beroperasi lagi di wilayah ini, serangan terbaru ini akan menghentikan puluhan ribu perawatan untuk menyelamatkan jiwa,” kata ICRC di Twitter.

Pemerintah Suriah secara konsisten membantah penggunaan klorin atau senjata kimia lainnya selama konflik Suriah. Petugas penyelamat dan kelompok medis menuduh pasukan pemerintah menggunakan gas klorin dalam penyerangan terhadap Ghouta timur yang dikuasai oposisi setidaknya tiga kali dalam sebulan terakhir, dan serangan yang terakhir dilakukan pada hari Kamis. Hidayatullah.com

0 komentar: