Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Para penduduk Ghouta Timur menggambarkan sebuah “keadaan teror” di mana penduduk Suriah terus terbunuh di kantong wilayah kelompok pembebasan tersebut.

Jumlah korban tewas terbaru muncul di saat pemerintah Suriah meningkatkan operasi militernya untuk merebut kontrol wilayah yang terletak pinggiran Damaskus itu.

Sekitar 106 penduduk sipil, termasuk anak-anak, terbunuh oleh serangan udara dan mortar pemerintah Suriah pada Selasa, berdasarkan laporan badan pemantau Syrian Observatory for Human Rights (Observatorium Suriah untuk Kepala Hak Asasi Manusia /SOHR).

“Kami sedang menjadi target berbagai macam senjata. Tembakan meriam telah menarget penduduk sipil dan rumah sakit. Tidak ada tempat untuk bersembunyi,” Omran al-Doumani, seorang fotografer dari Ghouta Timur mengatakan pada Middle East Eye.

“Ghouta saat ini berada di dalam keadaan teror karena pemboman meriam yang mengerikan. Kami tidak mungkin tahu kapan ini akan berakhir.”

Para relawan medis dari Syrian Civil Defence Force (Pertahanan Sipil Suriah/SCD), juga dikenal sebagai White Helmets, mengatakan pada MEE bahwa pemerintah Suriah terus melancarkan serangan udara dan tembakan meriam pada wilayah kelompok pembebasan itu selama “30 jam tanpa henti.”

Para petugas darurat kewalahan karena bekerja tanpa henti, dan mengatakan bom-bom gentong terus berjatuhan, para penduduk mengatakan merupakan yang pertama kalinya mereka melihat senjata semacam itu digunakan di wilayah tersebut. Hidayatullah.com

0 komentar: