Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, MAKASSAR, - Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) menggelar kajian kotemporer di sela persidangan Muktamara II dengan tema “Tapak Tilas Sejarah Pewaspadaan Syiah di Kampus” di Pondok Pesantren Madinah Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin (26/2) malam. Materi dibawakan  ustaz Misbah, aktivis dakwah kampus tahun 90-an.
 Ustaz Misbah, mantan aktivis dakwah kampus tahun 90 an membawakan materi tentang bahaya Syiah di Muktamar II LIDMI di Pondok Pesantren Madinah Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin (26/2) malam.

Mansyur selaku panitia pelaksana sekaligus moderator kajian mengatakan, pemateri merupakan tokoh mahasiswa yang pernah menjadi inisiator pembersihan Syiah di suatu kampus di kota Makassar.

Dalam kajiannya,  Misbah menceritakan sejarah masuknya Syiah di kampus tersebut sampai pada strategi pengusirannya. Bermula dari penyusupan ke salah satu lembaga kemahasiswaan yang berafiliasi ke Syiah yang sempat bermarkas di masjid kampus.

“Dulu mereka berkilah bahwa bukan penganut Syiah, sedangkan saya tahu persis mereka salat subuhnya jam 7, salat menggunakan tubah (batu karbala), dan ciri-ciri penganut Syiah lainnya,” terangnya.

Ada tekad dari beberapa pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK), lanjutnya, untuk membersihkan lembaga kemahasiswaan legal ini dari Syiah. Maka, katanya, disusunlah rencana agar mahasiswa ahlusunnah wal jamaah mendominasi lembaga ini.

“Kami buat rekayasa ketika pemilihan ketua umum agar tidak ada dari kalangan Syiah. Setelah persidangan berakhir, akhirnya ketua umum terpilih dari aktivis dakwah kampus dan berimbas pada terusirnya seluruh mahasiswa Syiah di LK yang legal tersebut. Terbukti dengan keluarnya SK rektor tanpa satupun mahasiswa Syiah termasuk didalamnya,” pungkasnya.

Setelah bercerita perihal peristiwa bersejarah tersebut, pria asal Maros ini memberikan kiat-kiat kepada seluruh pengurus LDK untuk memberantas Syiah dari posisi-posisi penting di kampus.


“Apalagi ada istilah puber intelektual, banyak mahasiswa yang gila membaca dan kebanyakan terjatuh pada bacaan yang menyesatkan, termasuk buku-buku filsafat yang mengkampanyekan aqidah Syiah. Maka jangan bertahan terus, namun harus melakukan penetrasi atau penyusupan untuk menyerang agar kita menang,” tutupnya dengan semangat.

Muktamar II LIDMI ini diikuti oleh utusan Pengurus Daerah serta pengurus Lembaga Dakwah Kampus binaan LIDMI se-Indonesia yang berlangsung sejak Sabtu (24/02/2018) hingga besok. beritakotamakassar.fajar.co.id

0 komentar: