Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, IRAN—Aksi demonstrasi besar anti-pemerintah Iran telah menginjak hari keenam. Sementara itu serangkaian demonstrasi pro-rezim juga berlangsung di seluruh negeri pada Rabu (3/1/2018).  Di sisi lain, aksi penangkapan demontran anti-rezim oleh pasukan keamanan Iran terus berlanjut.

Politisi reformis Iran, mantan presiden Mohammad Khatami telah membuat berang rakyat Iran ketika ia memimpin sebuah pertemuan yang digelar Majelis Ulama Milisi Iran yang berorientasi pada reformasi.

Dalam pertemuan tersebut, ada bahasa kuat yang mengecam para pemrotes anti-rezim. Namun ketika sebagian besar laporan tentang demonstrasi dalam beberapa hari terakhir telah berfokus pada reaksi dari tokoh politik utama, pasukan keamanan masih sibuk menangkap ratusan bahkan ribuan orang di seluruh negeri karena ikut serta dalam demonstrasi anti-rezim.

Dilansir Iranwire, Kepala Polisi Hossein Ashtari mengklaim bahwa 70 persen pemrotes anti-rezim telah ditangkap, meski ia tidak memberikan rincian secara jelas.

Menurut beberapa laporan dan analisis yang dikeluarkan oleh gubernur dan petugas keamanan di beberapa provinsi, lebih dari 1000 orang telah ditangkap di seluruh provinsi di Iran sejak demonstrasi pecah pada 28 Desember 2017 silam.

Di provinsi Teheran, lebih dari 450 orang telah ditangkap pada Selasa (2/1/2018) menurut Ali Asghar Naserbakht, wakil gubernur jenderal provinsi tersebut. Pejabat di provinsi Malard County juga mengatakan bahwa mereka telah menahan “admin halaman media sosial yang memancing kericuhan.”

Di Karaj, pinggiran kota besar Teheran, lebih dari 20 orang telah ditangkap. Di kota Masyhad, yang merupakan tempat demonstrasi dimulai, wakil jaksa mengatakan 138 orang telah ditangkap.

Di provinsi Isfahan, yang merupakan pusat demonstrasi pada Senin (1/1/2018), lebih dari 100 orang ditangkap di berbagai kota. Pihak berwenang juga telah menangkap lebih dari 100 orang di provinsi Markazi, termasuk kota utama Arak.

Di Hamedan, gubernur tersebut mengatakan bahwa 150 orang telah ditangkap, mayoritas berusia antara 17 sampai 25 tahun. Beberapa di antaranya diklaim “Memiliki hubungan dengan jaringan dan media di luar negeri.”

Provinsi Golestan di utara, yang terletak di pantai Caspian, juga telah terjadi banyak penangkapan. Menurut gubernur jendral Provinsi Golestan, 150 orang telah ditangkap karena meneriakkan slogan menentang rezim. Mereka juga ditangkap lantaran “Mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.”

Pejabat di provinsi Qom, Kermanshah, Mazandaran, Kerman, Zanjan, Ardabil, Lorestan dan Khorasan Utara secara terpisah mengajukan klaim tentang penangkapan yang meluas di provinsi mereka. Islampos.com

0 komentar: