Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Artikel ini kelanjutan dari artikel: Mengapa Syiah Bisa Haji di Makkah? Ini Alasannya, Muslim Harus Tahu!

Kedua, berkaitan dengan perawi Syiah yang ada di kitab-kitab Sunni, juga dijelaskan oleh para ulama bahwa hal itu dilakukan oleh para muhaditsin dalam rangka memperkuat posisi hadits tersebut. Para ulama hadits memang sengaja tidak mengambil dari perawi Sunni seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, atau bahkan Imam Ja’far as-Shadiq karena memiliki pemahaman yang sama dengan para ulama hadits seperti Bukhari dan Muslim. Hadits-hadits yang dikeluarkan oleh para Imam tersebut sependapat dengan hadits para muhaditsin.

Periwayatan dari para imam tersebut hanya sedikit yang diambil oleh para muhaditsin. Contohnya, Imam Bukhari yang tidak lain adalah murid Imam Ahmad, hanya sedikit mengambil periwayatan dari gurunya tersebut. Hal yang sama juga mereka berlakukan terhadap para imam lainnya.

Tetapi jika mereka mengambil periwayatan dari orang yang tidak sepaham, tentu hal ini akan menjadi bukti kuat bahwa hadits yang dikeluarkan adalah benar dan sahih.

Inilah rahasia kenapa para imam hadits Sunni mencari periwayatan dari orang-orang yang dianggap Syiah, Khawarij, Nasibi dan sebagainya. Namun penerimaan tersebut dengan syarat-syarat tertentu, yaitu riwayat yang dikemukakan tidak dalam rangka mendukung golongan mereka dan tidak menyeru orang lain masuk kelompoknya. (As-Sakhowi, Fatkhul Mughis, juz I, hal. 332). Jika hal itu terjadi, para muhaditsin tidak akan menerima hadis-hadis yang diriwayatkan oleh ahli bid’ah seperti itu.

Inilah salah satu kejelian para ulama Islam. Mereka sengaja menggunakan metode seperti itu agar hadits yang diriwayatkan tidak dicela di kemudian hari. Bisa jadi orang-orang di luar Sunni akan menolak hadits-hadits Sunni jika hanya diriwayatkan oleh ulama Sunni sendiri.*[hdy].

Oleh: Bahrul Ulum*

*Peniliti pada Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya

Seindahsunnah.com

0 komentar: