Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Hujjah – Kejahatan brutal kembali dipratikkan pemberontak Syiah Hutsi. Korbannya kali ini anak berusia 13 tahun. Anak malang itu dipaksa ikut dalam barisan tempur pemberontak namun akhirnya tewas di tangan komandannya sendiri. Dia dibunuh saat berupaya melarikan diri di tengah perjalanan ke front pertempuran.

Sejumlah portal lokal Yaman pada Ahad (14/01), seperti dilansir Al-Arabiya, mengatakan bahwa Muhammad Abduh Harby (13), nama anak tersebut, satu dari puluhan anak-anak daerah Bani Harby di distrik Aflah Al-Syam, provinsi Hujjah, yang dipaksa menjadi militan oleh pemberontak Syiah Hutsi. Namun pemberontak merekrut mereka dengan dalih “pelatihan keagamaan ajaran Syiah”.

Di tengah perjalanan, anak-anak tersebut diberitahu bahwa mereka bukan untuk mengikuti pelatihan namun sedang menuju ke front tempur Maidy. Waktu istirahat dimanfaatkan Harby untuk melarikan diri.

Sejumlah sumber lokal menyebut, pembimbing anak-anak tersebut yang merupakan anggota Syiah Hutsi mengejar anak itu dan menembakkanya. Ia pun tewas seketika.

Pemberontak kemudian mengabarkan kepada keluarga Harby bahwa anaknya tewas bunuh diri ketika dalam perjalanan ke front Maidy. Dia, kata pemberontak, menembak kepalanya sendiri dengan pistol sehingga tewas di tempat.

Sejumlah saksi mata, termasuk teman Harby yang ikut dalam rombongan, mengatakan bahwa anak tersebut tewas karena ditembak oleh pembimbing.

Pemberontak Syiah Hutsi merekrut anak-anak belasan tahun untuk menjadi pasukan tempur. Bahkan, PBB menyebut jumlah pasukan anak-anak di barisan Hutsi mencapai ribuan. Kiblat.net

0 komentar: