Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Seorang pejabat militer Iran bocorkan bahwa Garda Revolusi telah mengirim beberapa komandan dan pelatih ke medan perang untuk mendukung milisinya di wilayah yang ditargetkan sebagai bagian dari intervensi militer Teheran di negara-negara Arab.

Brigadir Hamid Abadri, wakil Dekan Universitas Imam Hussein, yang mengkhususkan diri dalam mempersiapkan petugas dan komandan Garda Revolusi Syiah Iran, menyatakan bahwa mereka telah mengirim sejumlah pemimpin dan pelatih ke medan perang yang dia gambarkan sebagai “front perlawanan”, sebuah deskripsi Iran mengenai sekutunya di Irak, Suriah, Yaman dan Lebanon.

Pada hari Selasa (12/9/2017), Abadi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Tasnim milik Garda Revolusi, bahwa universitas tersebut berusaha untuk mencetak pasukan yang mampu berperang dalam perang nyata, dengan kata lain bahwa individu-individu ini dapat menjadi kekuatan di berbagai bidang pertempuran berbeda yang terjadi akhir-akhir ini, seperti yang dia katakan, lansir Al Arabiya.

Abadi mengatakan bahwa universitas tersebut mengirim sejumlah pemimpin dan pelatihnya ke berbagai bidang, di mana beberapa komandan dikirim sebelumnya untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan pada mereka dan untuk mendapatkan pengalaman dalam jenis peperangan tersebut.

Pada bulan Februari, Iran mengumumkan bahwa siswa dari Universitas Militer Imam Hussein akan dikirim ke Suriah dan Irak untuk dilatih di lapangan di antara kelompok Garda Revolusi yang ditempatkan di sana sebagai bagian dari program pelatihan untuk mempersiapkan pasukan.

Analis percaya bahwa Suriah dan Irak telah menjadi tempat tinggal untuk melatih Garda Revolusi dan milisi Iran di kedua negara Arab ini.

Dalam sebuah pidato pekan lalu, menteri pertahanan baru Iran menyatakan bahwa Iran akan terus memberikan dukungan material dan senjata kepada yang mereka sebut “gerakan perlawanan” di wilayah tersebut – yang merupakan milisi dan organisasi teroris seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman juga kelompok ekstremis Syiah di Irak dan lainnya. Jurnalislam

0 komentar: