Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Jakarta – Menjelang 10 Muharram, Ketua Umum DPP FPI KH. Ahmad Shobri Lubis memperingatkan umat Islam terkait penyimpangan peringatan Asyura Syiah.

KH. Ahmad Shobri Lubis mewanti-wanti agar kaum muslimin tidak mengikuti kaum Syiah. Terlebih dalam tradisi Asyura, Syaih merayakan hari tersebut dengan meratap secara berlebihan.

“Kalo meratapi kemudian dia menyiksa diri, itu penyimpangan dalam kacamata Ahlu Sunnah wal Jamaah, dan kita tidak boleh mengikuti yang seperti itu,” kata Kiai Shabri saat ditemui di Masjid At-Tin, Jakarta Timur (27/09).

Seperti diketahui, peringatan Asyura Syiah erat kaitannya dengan peristiwa Karbala, yang dikaitkan dengan wafatnya Husain. Mereka lantas meratapi kematian itu dalam peringatan Asyuraa.

Berbeda dengan Syiah, menurut Kiai Shobri umat Islam bisa mengambil hikmah dari sejarah Karbala. Ada semangat perjuangan menegakkan kebenaran yang bisa dicontoh dari Husain.

Kiai Shobri juga sempat menyinggung peringatan 10 Muharram tahun-tahun lalu, ketika kaum Syiah merayakan hari Asyura. Saat itu situasi memanas akibat munculnya penolakan masyarakat terhadap acara tersebut. Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat adanya pembiaran dari aparat, dia juga meminta kepada aparat agar menghindari acara-acara yang bertentangan dengan umat islam.

“Itu karena ada pembiaran dari aparat, ini yang perlu diingatkan terus. Jadi harus tahu mana hal-hal yang menimbulkan kecemasan dan kegalauan masyarakat, ketidak terimaan masyarakat. Jadi jangan dibuka-buka semuanya PKI dibolehin, liberal dibolehin, Syiah dibolehin,” tukasnya.

“Sudah pasti nantinya akan berbenturan dengan masyarakat. Untuk itu kita minta supaya acara-acara yang tidak sejalan dengan nafas umat Islam di indonesia agar dihindari, agar terwujud ketenangan,” paungkas Kiai Shobri. Kiblat

0 komentar: