Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Teheran – Pemerintah Iran menutup sebuah masjid di ibukota Teheran karena menjadi tempat berkumpul warga Sunni untuk Salat Tarawih. Masjid di kawasan Yaftabad, barat laut Teheran, itu dipenuhi jamaah hingga mencapai seribu ketika malam Ramadhan.

Penyegelan ini terjadi pada Jumat lalu (02/06). Pihak berwenang setempat beralasan tempat tersebut harus ditutup karena melaksanakan Salat Tarawih.

Berdasarkan laporan harian Mesir Al-Mishriyoun, melansir dari portal yang fokus memperhatikan perkembangan Sunni di Iran ‘Bayan’, pengurus masjid Rasul Maulawi mengungkapkan bahwa hal itu terjadi sebagai upaya pengikut Syiah garis keras di peradilan Iran balas dendam terhadap warga Sunni.

Maulawi menjelaskan bahwa warga minoritas Sunni dalam pemilu 19 Mei lalu menyatakan mendukung Hasan Raouhani. Presiden Iran itu pun menang dari rivalnya, Ibrahim Raisy, yang dianggap dari kelompok Syiah garis keras.

“Dukungan Ahlussunnah terhadap Rouhani dalam pemilu lalu membuat gerakan garis keras dan Pemimpin Agung Ali Khemeni menyerang kami. Ini yang kami lihat di balik penyegelan masjid kami di Teheran, sebagai upaya itu,” ujar Maulawi.

Penyegelan itu dilakukan oleh pihak berwenang yang didampingi tokoh Syiah yang tidak diungkap namanya. Mereka menutup masjid di pinggiran ibukota itu dan memaksa jamaah keluar.

Tahun lalu, pasukan keamanan Iran melarang warga Sunni di Teheran menggelar Salat Ied dengan menutup Masjid Bunk. Masjid tersebut merupakan masjid Sunni terbesar di Teheran. Presiden Rouhani tidak mampu melindungi warga minoritas di Iran di mana diskriminasi dan tekanan terhadap warga Sunni terjadi berulang-ulang.

Perlu diketahui, konstitusi Iran menjadikan pemahaman Syiah Jakfariyah sebagai ideologi resmi negara. Warga minoritas yang paling mendapat serangan warga Sunni yang berjumlah 15 juta jiwa dari total 80 juta jumlah warga Iran. (kiblat)

0 komentar: