Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, JEDDAH - Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengesampingkan dialog dengan Iran. Hal itu karena ambisi hegemoni Teheran untuk seluruh wilayah Timur Tengah.

"Tidak ada kesamaan antara kita dan Iran," tegas Mohammed yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Saudi seperti dikutip dari Arab News, Rabu (3/5/2017).

Ia mengatakan Arab Saudi telah berdialog dengan Iran di masa lalu ketika Iran memiliki kepemimpinan yang relatif moderat. Menurutnya, usaha tersebut gagal saat pimpinan di Teheran digantikan oleh garis keras. "Kami sadar mereka tidak serius mengadakan dialog," katanya.

Dia ingat sebuah ucapan populer tentang Nabi Muhammad SAW bahwa seorang Muslim tidak bisa dibodohi dua kali.

Deputi Putra Mahkota itu lantas menunjukkan bahwa ada masalah yang melekat pada ideologi Iran yang mencegahnya menjadi tetangga yang baik.

"Iran percaya bahwa sebelum Imam Mahdi muncul kembali, ia harus mempersiapkan lahan subur baginya dan harus mengendalikan dunia Muslim," katanya

Hal itu mengacu pada keyakinan Syiah bahwa Imam Mahdi, imam Syiah yang ke 12 dan terakhir yang menghilang pada Abad ke 9, suatu hari nanti akan muncul untuk membawa keadilan ke bumi.

"Bagaimana saya bisa memahami hal ini? Bagaimana Anda bisa berdialog dengan mereka melawan latar belakang ini? Tujuan Iran adalah untuk mendapatkan kendali atas Dua Masjid Suci," tukasnya. (sindonews)

0 comments: