Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, TEHERAN - Iran akan mempertahankan dukungannya untuk pemerintah Suriah meskipun ratusan penasihat dan sukarelawannya tewas dalam perang sipil di negara itu. Hal tersebut ditegaskan oleh seorang komandan militer Iran dalam sebuah pernyataan.

Iran dan sekutunya dari Lebanon, Hizbullah, adalah pendukung militer rezim Suriah yang paling penting setelah Rusia dalam pertempuran melawan kelompok pejuang. Perang sipil di Suriah sendiri telah memasuki tahun keenam.

"Kami akan mengirim penasihat di semua bidang dan menawarkan semua bantuan yang kami miliki agar bagian depan perlawanan tidak hancur," kata komandan pasukan elit Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Pakpour.

"Mereka hadir di sana sekarang dan kami akan menyebarkan lebih banyak lagi karena ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan penasehat," imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (3/5/2017).

Pakpour mengatakan bahwa para penasihat pasukan pengawal, termasuk Unit Pasukan Khusus Saberin, bekerja sama dengan orang-orang dari Garda Angkatan Quds, sayap operasi asing.

Selain penasihat militer, Iran juga telah mengirim ribuan pejuang "sukarelawan" yang direkrut di antara warga negaranya sendiri dan juga masyarakat Syiah di negara tetangganya; Afghanistan dan Pakistan. Iran juga memiliki penasihat militer dan pelatih yang ditempatkan di Irak. Pada awal Maret, setidaknya 2.100 pejuang yang dikirim dari Iran telah terbunuh di Irak dan Suriah, menurut pejabat Iran. (sindonews)

0 comments: