Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Mereka memuja khamr atau segala sesuatu yang memabukkan. Mereka memiliki anggapan (sesat) bahwa Allâh k berada jelas di dalam khamr. Orang yang ingin masuk ke aliran ini akan disuruh tokoh Nushairiyah untuk menenggak khamr.

 Cara peribadahan kaum Muslimin jauh berbeda dari ritual-ritual kaum Nushairiyah. Dan ini wajar sekali, karena ajaran-ajaran Islam tidak akan mungkin bersesuaian dengan ajaran Nushairiyah yang bersumber dari watsaniyah (paganisme) Persia, meskipun para penganut Nushairiyah menampakkan diri dengan penampilan Islam, seperti menggunakan nama Islami. Anehnya, walaupun kadang-kadang mereka menggunakan nama-nama Nasrani, akan tetapi mereka melarang menggunakan nama-nama para Sahabat Nabi terbaik seperti Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan ‘Umar Radhiyallahu anhu

Mereka memaknai shalat, puasa, zakat dan haji dengan pengertian kebatinan yang juga sangat jauh berbeda dari Islam. Makna menegakkan shalat menurut mereka yaitu mengetahui dan menjunjung tinggi Amirul Mukminin. Puasa adalah larangan bercampur dengan istri sepanjang bulan Ramadhan saja. Sementara ibadah haji mereka maknai sebagai praktek kekufuran dan penyembahan kepada berhala.

Para penganut Nushairiyah tidak melaksanakan shalat Jum’at karena tidak mengakui kewajiban itu. Dalam ibadah shalat versi mereka, orang-orang tidak bersuci terlebih dahulu. Mereka mengerjakan shalat di tempat-tempat tertentu pada waktu tertentu pula, tidak pernah mengerjakannya di masjid. Justru mereka melawan setiap usaha pembangunan masjid.

Dalam aliran kebatinan ini, tokoh agama Nushairiyah dan orang-orang yang telah mengetahui dan mengarungi makna-makna batin akan terbebas dari aturan syariat, sebagaimana terdapat pada aliran-aliran kebatinan lainnya. (almanhaj)


0 comments: