Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Presiden Suriah Bashar Assad kembali muncul ke media. Kemunculannya kali ini membicarakan banyak hal, termasuk kerugian militer selama perang menghadapi pejuang oposisi yang dia sebut “teroris”.

Dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, Sputnik, baru-baru ini, presiden yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa ratusan ribu warga Suriah itu mengakui militernya kehilangan setengah kemampuan pertahanan udara akibat serangan pejuang. Kehadiran Rusia sangat membantu menutupi kerugian ini.

“Militer Suriah kehilangan lebih dari setengah kemampuan pertahanan udara akibat serangan militan,” katanya kepada wartawan Sputnik, seperti dilansir Al-Jazeera, Jumat (21/04).

“Rusia memenuhi sebagian kerugian ini. Ia memainkan peran positif dalam memerangi ‘terorisme’ di Suriah,” imbuhnya.

Assad mengaku butuh waktu lama untuk memulihkan semua kerugian ini. Terkait kehadiran Rusia di Suriah, ia gambarkan sebagai upaya “untuk membela diri”.

Dia juga berbicara tentang serangan kimia di Khan Sheikhoun. Tanpa rasa bersalah, ia mengaku tidak melakukan serangan itu. Menurutnya, daerah itu wilayah kontrol “Jabhah Nusrah”.

Seperti pernyataan Rusia, Assad berkilah bahwa serangan udara tersebut menghantam gudang senjata yang berisi senjata kimia milik “teroris”. Ia juga menuding bahwa yang terjadi di Khan Sheikhoun hanyalah bualan media.

Oposisi, baik yang bergerak dalam bidang politik terlebih militer, telah membantah dengan tegas tudingan Rusia dan Assad tersebut. Hal semacam itu sudah biasa dilakukan rezim untuk berlepas diri.

Terkait hal itu, organisasi pelarangan senjata kimia dunia menemukan bukti adanya serangan kimia di kota tersebut. Hasil ini berdasarkan sampel yang diambil dari para korban dan diuji di sejumlah laboratorium berbeda. (kiblat)

0 komentar: