Breaking News
Loading...





Oleh Zulkarnain El-Madury

Akhir Akhir ini muncul penolakan kajian kajian keislaman diberbagai daerah, atas alasan karena ustadznya berani menyebut orantua Nabi di neraka. Maraknya penolakan tersebut lebih bersifat tendensius kelompok yang menamakan dirinya Pecinta Nabi, meskipun tidak tau hakikatnya, bagaimana mestinya mencintai seorang Nabi. Mereka menyerukan baikot dan pembubaran paksa kajian Islam yang dianggap bernuansa melecehkan Nabi. 

Padahal anti dan penyelewengan makna Hadits Orangtua Nabi masuk Neraka ini dimotori Syiah, serasa mendapat angin segar Syiah bertengger dari waktu waktu merusak dialogis yang tercipta lewat tulisan di negeri ini. Hasilnya banyak kalangan tokoh Islam tradisional menjadi marah tak jelas ujung pangkalnya menolak kehadiran ustad Tersebut.

Untuk Pengetahuan Muslim, anti Hadits Orangtua Nabi masuk Neraka ini dipelopori ulama ulama Syiah, sebagaimana keterangan berikut ini.

Sebagaimana disebutkan imam ar rozi dalam tafsir mafatihul ghoib.


قالت الشيعة: إن أحداً من آباء الرسول عليه الصلاة والسلام وأجداده ما كان كافراً وأنكروا أن يقال أن والد إبراهيم كان كافراً وذكروا أن آزر كان عم إبراهيم عليه السلام. وما كان والداً له واحتجوا على قولهم بوجوه:
الحجة الأولى: أن آباء الأنبياء ما كانوا كفاراً ويدل عليه وجوه: منها قوله تعالى:
{ ٱلَّذِى يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ }
[الشعراء: 218، 219].
قيل معناه: إنه كان ينقل روحه من ساجد إلى ساجد وبهذا التقدير: فالآية دالة على أن جميع آباء محمد عليه السلام كانوا مسلمين. وحينئذ يجب القطع بأن والد إبراهيم عليه السلام كان مسلماً

Arrozi dengan tegas mengatakan bahwa yang menyatakan bahwa ayah Ibu Nabi Muslim, ayah Ibrahim Muslim itu Syiah. Maknanya Syiah mengambil porsi utama dalam mengangkat ayah Ibu Nabi Muslim, bukan kafir. Peran mereka terbilang gebyar mendapat sambutan dari sebagian besar sunni yang beraliran Thoriqah, ikut mendukung gagasan Syiah, bahwa Orangtua Nabi di neraka. Seandainya bisa paman nabi “Abu Lahabpun” akan diangkat sebagai orang bertauhid oleh Syiah karena masih kerabat dari nabi Ibrahim, aliran Hanif atau hanafiyah.
Peran Syiah dengan kontribusi pemikiran itulah yang memancing emosi dikalangan sebagian Islam awam, kalau Ayah dan Ibu nabi penghuni Surga.

Bersambung

0 komentar: