Breaking News
Loading...



Oleh : Zulkarnain El-Madury

Sudah biasa dalam dunia Syiah menempuh jalan Taqiyah manakala terungkap kebejatan kitabnya, terutama berkaitan Mut’ah yang tidak kenal siapa wanita yang menjadi korban Mut’ahnya. Bahkan Mullah Mullah yang terlibat skandar dosa besar berkedok Mut’ah, sekalipun korban mut’ahnya di sinyalir punya Suami, juga di dustakan oleh Mereka untuk memastikan langkah Syiah di Indonesia tidak terhalangan fatwa fatwa mereka yang menyesatkan. Cinta Rasulpun mulai terkuak kalau Cuma tipu muslihat Syiah mengelabuhi dan mempengaruhi alam pikiran Sunni. 

Tanpa lelah dan letih otaknya mereka tidak berhenti berputar untuk merusak semua ajaran Islam dengan mencoba mementahkan kesayangan sunni kepada para tokoh tokoh Sunni. Mulai dari Imam Nawawi, Ibnu Hajar, Ali Sendiri, satu persatu di Dustakan mereka, bahkan kitabnya sendiri seolah tidak shahi semua. Itu ciri Syiah dalam dunia maya. Bersatu bersama para pecalang Syiah yang lain menggempur kaum sunni yang menyingkap kebusukan Syiah. 

Dalam beberapa Group WA Syiah Sunni. Mulai terungkap kebejatan dan akal bulus Syiah bahwa mereka ternyata para Munafiq dan pendusta yang mengklaim diri sebagai pecinta Ahlul Bait, namun karena Ahlul baitnya mengharamkan Mut’ah, syiah tak bisa terima. Sebagaimana terdapat dalam beberapa hadits Sunni dan Syiah tentang Haramnya Mut’ah oleh mereka dimentahkan dengan alasan dusta Mereka. 

Berikut ini adalah perkataan perkataan Imam Imam Ahlul Bait berupa aib Syiah yang tidak disukai Syiah, karena menjadi rahasia mereka selama Syiah belum mayoritas, semua yang berbau sex bebas didustakan oleh Mereka.

عن أبان بن تغلب قال : قلت لأبي عبد الله إني أكون في بعض الطرقات فأرى المرأة الحسناء و لا آمن أن تكون ذات بعل أو من العواهر . قال : ليس عليك هذا !! إنما عليك أن تصدِّقها في نفسها !!! وهذا في الكافي 5/462 .


Abu Abdillah alaihis salam juga ditanya:

 “Aku sedang berada di jalanan, maka aku melihat wanita yang cantik. Dan aku tidak yakin apakah dia sudah memiliki suami atau dia ada;ah pelacur. Maka Abu Abdillah berkata: Tidak ada beban bagimu untuk bertanya seperti, kewajibanmu hanyalah percara pada dirinya” (Al-Kafi milik Al-Kulaini 5/462)

Kalau bisa mereka ini hadits sesat ini dihilangkan dari kitab Syiah, para corong corong sesat Syiah bikin ula dalam sebuah Group untuk menghilangkan hal tersebut dengan mendustakan halaman kitab tersebut untuk mengesankan bahwa si ustad yang menyampaikan kebenaran itu pendusta. Padahal ajaran sesat Syiah ini terpampang dalam Kitab Syiah denga halam Jelas. Malui mereka punya ayat yang mengizinkan selingkuh dengan istri istri orang. Bahkan bisa embat istri siapa saja, yang ada didepan matanya itu halal dengan meyakini  diri tak punya Suami.
Imam Khumaini Imam Besar Sesat Syiah juga berfatwa:

و ليس السؤال و الفحص عن حالها شرطا فى الصحة

“Dan bukanlah menanyakan dan memeriksa status dirinya (apakah sudah memiliki suami atau belum)  adalah syarat sahnya nikah mut’ah” (Tahrir Al-Wasilah hal. 906 Masalah ke 17)
Ini Cela cela maksiat menjadi garapan ladang subur Syiah untukmenjerat para pejabat dan umat Islam yang berhaluan sex maniak masuk Syiah. Upaya upaya legalisasi Pelacuran adalah bagian dari restu Syiah, dalam rangka menghancurkan kaum muda sunni yang lemah Iman. Para Pecalang /Pendeta Syiah pindah dari tempat ketempat lainnya mencari mangsa mut’ah, bukan saja wanita Bebas, juga para Istri orang menjadi target sex bebas Syiah.

Ini kisah dalam kitab tahdzibul Ahkam

Abu Abdillah alaihissalam ditanya:

اني تزوجت امرأة متعة فوقع في نفسي أن لها زوجا ففتشت عن ذلك فوجدت لها زوجا قال: ولم فتشت

Sesungguhnya aku menikahi seorang perempuan secara mut’ah. Maka terbesit dalam diriku bahwa dia sudah memiliki suami. Maka aku periksa statusnya. Maka aku dapati bahwa dia sudah memiliki suami. Maka Abu Abdllah berkata: Mengapa engkau periksa?” (Tahdzib Al-Ahkam 7/253)

Bagaimana Mut’ah dalam Syiah ternyata adalah Praktek Pelacuran yang biasa  marak di kota kota besar. Dengan berkedok ahlul bait, sebenarnya lebih tepat disebut SPIRITUALIS SEX BEBAS, agama yang berhaluan memaksa orang melakukan dosa dosa besar.

 Kisah nikah mut’ah dalam kitab mereka yang tidak lain adalah pelacuran:

فلما كان غداة الجمعة، أنا جالس بالباب إذ مرت بي جارية فأعجبتني فأمرت غلامي فردها ثم أدخلها داري فتمتعت بها فأحست بي وبها أهلي فدخلت علينا البيت، فبادرت الجارية نحو الباب فبقيت أنا فمزقت علي ثيابا جددا كنت ألبسها في الأعياد

Dan ketika hari jum’at, aku duduk di depan pintu. Ternyata seorang gadis wanita lewat di hadapanku. Maka aku tertarik dengannya, maka aku memerintahkan budakku untuk membawanya kepadaku. Maka budakku membawanya kepadaku, kemudian aku memasukkan gadis tersebut ke dalam rumahku lantas aku mut’ah dia. Ternyata istriku menyadari akan perbuatanku dan perbuatan gadis tersebut. Maka istriku masuk kedalam rumah. Maka seketika, gadis tersebut bergegas untuk lari ke pintu sedangkan aku masih menetap di tempatku. Maka istri ku merobek baju-baju  baru yang aku gunakan pada ied (hari besar)” (Bihar Al-Anwar milik Al Majlisi 47/224 dan Syarh Ushul Al-Kaafi 21/232)

Jadi nyata perbutan Zina ala Mut’ah ini menjadi kurikulum wajib dalam Syiah, dalam rangka memperdaya kaum sunni  menjadi santapan mereka dan menjadi budak sex mereka. Tidak ada lagi halal dan haram dalam pelukan Mut’ah mereka. Seperti anjing jantan yang tidak mengenal anjing betina manapan. Syiah bahkan lebih kotor dari anjing dalam menebarkan dosa Maksiat.

Ajaran najis Syiah ini juga tidak membatasi batasan Mut’ah, karena wanita Mut’ah dianggap sebatas pemuas nafsu, mau atu hingga seribu tak ada yang melarang, karena mereka sama halnya dengan para pemuas nafsu. Gigolo Gigolo Mut’ah siap membagi cinta semalam dengan 1 sampai seribu cinta dalam semalam ..........

Abu Abdillah alaihissalam ditanya:

ذكر له المتعة أهي من الأربع؟ قال: تزوج منهن ألفا فإنهن مستأجرات

“Disebutkan nikah mut’ah kepadanya (Abu Abdillah), apakah dia diperbolehkan hanya dengan 4 wanita saja?” Abu Abdillah menjawab: Nikah mut’ah lah walau dari 1000 wanita. Sesungguhnya mereka hanyalah wanita sewaan” (Tahdziib Al-Ahkam milik Ath-Thusi 7/259)

Maka lihatlah fatwa imam mereka Al-Khu’i Al-Khurasani:

 لا تنحصر المتعة في عدد فيجوز التمتع بما شاء الرجل من النساء

“Nikah mut’ah tidak terbatas dengan jumlah. Maka boleh nikah mut’ah dengan sekehendak sang lelaki dari berapa wanita yang dia inginkan” (Minhaj Ash-Shalihin 3/309)


Tanpa batas. Layak urusan harim memang dalam Syiap pakarnya, para gigolo yang paling demen mengejar cinta wanita sambil berfatwa mengajak muslim sesat dalam agamanya mereka.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."(QS. Al-A’raaf: 179)




0 komentar: