Breaking News
Loading...

Oleh: Muhammad Khalabi

Syiahindonesia.com - “Jamaah ini (GNPF MUI) suci, sesuci air di lautan yang akan mampu menghempaskan sampah-sampahnya ke tepian” (KH. Bachtiar Nasir – Pimpinan GNPF MUI)

Tingginya sebuah pohon yang rindang menyejukkan dan bermanfaat tidaklah lepas dari terpaan angin yang menggodanya untuk tumbang jatuh ke tanah. Tapi pohon yang akarnya menghunjam jauh ke dalam tanah hingga menyentuh akar-akar lainnya dan membentuk simpul persatuan yang kuat tak akan mudah digoyahkan. Itulah kondisi entitas komando persatuan umat Islam Indonesia sekarang ini. Karena GNPF MUI lahir dari kesadaran cinta untuk membela agama, maka Allah pasti akan menjaganya Insya Allah.

”Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Munaafiquun: 2)

Syiah belakangan mencoba menggoyang GNPF MUI dengan hembusan fitnah keji. Dikatakan dalam sebuah web penghasut bahwa KH. Bachtiar Natsir Pimpinan GNPF MUI mengirim bantuan untuk musuh-musuh Islam di Aleppo. Ini adalah satu pemberitaan yang bodoh dan seakan dipaksakan tayang berbarengan dengan sidang si penista Al-Quran.

Syiah memang suka membuat makar sejak zaman Khalifah Abu Bakar hingga sekarang. Mereka bukan hanya mencatut nama ahlul bait, tapi lebih dari itu mereka menghina sahabat-sahabat Nabi juga istri tercinta beliau ummul mukminin Aisyah Ra.

MUI dalam buku panduannya tahun 2013 tentang mengenal dan mewaspadai penyimpangan syiah di Indonesia sebenarnya telah mewaspadai pergerakan ajaran sesat ini. Ajaran yang muncul dari hembusan licik Yahudi yang tidak ingin umat Islam bersatu padu membangun kekuatan ini memang sangat perlu diwaspadai dan dijauhi. Dalam satu riwayat Imam Bukhari menuturkan;

"Saya tidak akan shalat di belakang penganut Jahamiah dan Rafidhah, sama seperti shalat dibelakang yahudi dan nasrani, tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak dijenguk, tidak boleh dinikahkan, tidak boleh disaksikan jenazahnya, dan tidak boleh dimakan sembelihannya."(Al-Bukhari, Khalqu Af’al al-Ibad)

Sampai sebegitunya Imam Bukhari mewasiatkan, agar umat Islam paham bahwa penyimpangan syiah memang tidak bisa dimaafkan. Mereka bersatu-padu dengan Yahudi dalam menghancurkan umat Islam sebagaimana yang kita saksikan kini di Aleppo, Suriah.

Umat Islam disana dibantai keji. Tak pandang anak-anak, wanita pun diperkosa hingga bapak-bapak mereka meminta fatwa agar diperbolehkan membunuh anak dan saudara perempuannya daripada diperkosa oleh para tentara Syiah laknatullah.

Dengan hembusan fitnah murahan Syiah ini semoga umat Islam Indonesia akan lebih berhati-hati dan waspada dengan ajaran sesat yang satu ini. Karena mereka tak akan berhenti bergerak hingga Indonesia menjadi seperti Suriah.

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (QS. An-Nisa: 77) (voa-islam)

0 komentar: