Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan foto seorang komandan rezim Bashar Assad yang berpose di dekat dua mayat yang tergantung. Foto itu diambil di wilayah timur Deir Zour.

Orang yang berfoto di dekat dua badan mayat pejuang oposisi yang digantung itu diduga kuat merupakan komandan pasukan rezim Suriah Issam Zahreddine. Dia selama ini bertugas memimpin operasi militer pasukan Bashar Assad di wilayah Deir Zour.

Belum diketahui identitas kedua orang yang digantung tersebut. Beberapa bagian tubuh kedua mayat yang tergantung itu terlihat telah terpotong, dan sebagian tercecer di dekatnya.

Tak hanya Zahreddine, beredar pula foto yang diduga kuat merupakan anak Zahreddin dan sejumlah tentara Suriah yang juga berpose dengan mayat yang sama. Foto-foto mereka beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Foto-foto itu pun segera menuai kecaman luas. Namun ahli hukum pidana internasional, Diala Chehade, meragukan mahkamah internasional akan menerapkan sanksi kepada komandan dan pasukan rezim Suraih. Pasalnya, selama ini aksi mereka didukung oleh Rusia.

“Rusia telah berpartisipasi dalam konflik bersenjata di Suriah yang akan mempersulit dengan hak veto jika dirujuk ke ICC (Mahkamah Internasional), kecuali rezim Suriah akan menerima yurisdiksi ICC di masa depan,” katanya kepada Al Jazeera pada Sabtu (21/05).

Dipicu oleh kekejaman Bashar Assad, konflik Suriah yang meletus sejak 2011 tak menunjukkan tanda-tanda akan segera reda. PBB telah menyatakan sedikitnya 400.000 orang telah terbunuh sepanjang konflik berlangsung. Sementara jutaan warga Suriah harus mengungsi dari kampung halamannya. (kiblat)

0 komentar: