Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Otoritas Bahrain pada hari Ahad (15/01), mengeksekusi tiga pria Syiah yang terbukti membunuh seorang perwira polisi UEA dan dua polisi Bahrain dalam serangan bom tahun 2014 silam.

Polisi UEA yang terbunuh adalah bagian dari pasukan Teluk yang ditugaskan ke Bahrain pada Maret 2011 untuk membantu pasukan keamanan meredam protes yang dipimpin oleh mayoritas Syiah di negara itu.

Eksekusi dilakukan kurang dari sepekan setelah pengadilan tertinggi negara itu menetapkan hukuman terhadap Abbas al-Samea (27), Sami Mushaima (42) dan Ali al-Singace (21). Adapun tujuh terdakwa lainnya dikenai hukuman seumur hidup.

Hukuman mati ini adalah yang pertama sejak dilakukan terakhir kali tahun 2010. Kantor berita Bahrain News Agency (BNA) mengatakan bahwa ketika pria Syiah itu dieksekusi oleh regu tembak di hadapan hakim, dokter, dan seorang ulama.

Bahrain, sebagai sekutu Arab Saudi telah mengalami ketegangan dengan Iran yang mendukung kerusuhan oleh mayoritas Syiah di negaranya. Iran diduga memasok persenjataan kepada pemberontak Syiah yang melakukan beberapa serangan bom terhadap pasukan keamanan.

Pada Maret 2015 lalu, pemerintah Bahrain menangkap kelompok yang memiliki hubungan dengan Iran. Dari mereka disita bahan peledak daya tinggi dan senjata api. Kelompok yang terdiri dari 47 orang itu ditengarai tengah mempersiapkan diri melakukan operasi teroris beberapa hari ke depan.

Menteri Dalam Negeri Bahrain menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan investigasi menunjukkan kelompok tersebut memiliki hubungan erat dengan Iran dan kelompok teroris di Iran. Sebagian mengaku dilatih menggunakan senjata dan membuat bom di kamp militer Iran.

Iran sendiri membantah memiliki hubungan dengan oposisi negara itu. Namun terkait keputusan eksekusi tersebut, Teheran memberikan pernyataan tajam kepada pemerintah Bahrain dengan menyebutnya sebagai tindakan “sembrono”.

“Pemerintah Bahrain telah menunjukkan bahwa hal itu tidak mencari resolusi damai dan jalan keluar dari krisis,” kata Bahram Qasemi, juru bicara kementerian luar negeri Iran, seperti dikutip dari kantor berita IRNA. (kiblat)

0 comments: