Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pemerintah akan segera membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebagai pusat pemikiran Islam yang baru. Universitas Islam Internasional Indonesia ini nantinya merupakan tempat belajar bagi mahasiswa dari berbagai dunia.

Penasehat Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Mohsen Araki, menyampaikan Iran siap bekerja sama dan berkontribusi dalam pengembangan UIII dengan mengirimkan para ahli dan dosennya. Selain itu, Iran akan mengirimkan para mahasiswanya untuk menimba ilmu di universitas tersebut.

“Kami menyampaikan kesiapan kami selain berkontribusi mengirimkan dosen dan guru yang bisa berpartisipasi memberikan ilmu pengetahuan dan pemahaman tentang Islam, kami juga siap mengirimkan mahasiswa menjadi bagian dan golongan yang mencari ilmu dari universitas itu,” kata Ayatollah usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (1/12).

Sementara itu, Deputi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar mengatakan pembangunan UIII diperlukan dengan mempertimbangkan kondisi konflik di Timur Tengah sehingga membuat mahasiswa tidak aman untuk belajar di negara-negara tersebut. Konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah sangat dikhawatirkan oleh JK.

“Pak Wapres mengkhawatirkan bagaimana mahasiswa kita belajar akhlak di negara yang penuh konflik tersebut. Makanya ada keinginan kita supaya Indonesia bisa menjadi pusat pemikiran Islam yang baru, yang bisa mengajarkan Islam yang damai itu,” kata Dewi.

Dewi menyampaikan JK sepakat agar pembelajaran dan pemahaman antar mazhab yang berbeda dalam Islam dilakukan oleh para ahli. Sehingga diharapkan dapat mengurangi ketegangan dan konflik yang terjadi dalam dunia Islam.

Menurut Dewi, dalam berbagai kesempatan, JK juga mengundang para ahli Islam dari berbagai negara di dunia untuk berkontribusi dalam pengembangan UIII, termasuk dari Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 terkait pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia inipun telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Juni 2016. (republika)

0 comments: