Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Dua orang tawanan oposisi Suriah dari pasukan Assad mengungkapkan pengakuan mengejutkan saat pertempuran Aleppo. Pengakuan itu ditayangkan dalam sebuah video oleh salah satu faksi oposisi yang tergabung dalam Jaisyul Fath seperti dikutip Arabi21, Rabu (02/11).

Salah seorang tawanan bernama Bassad Mualla, mengatakan bahwa para pejabat dari Rusia dan Korea mengawasi jalannya pertempuran di Aleppo.

“Komandan dari pertempuran grup 17 adalah Kolonel Iyad Aflaq, dan komandan dari pertempuran pertama, Mayor Jenderal Zaid Saleh, kepala komite keamanan di Aleppo,” kata tentara berpangkat letnan yang pernah bertugas di Lattakia itu.

Ia menambahkan, pada hari penyerbuan Assad, pejabat Rusia dan Korea masuk bersama seorang yang dipanggil dengan nama Mohammed. Dia menjadi penerjemah kedua pejabat itu saat berbicara kepada Kolonel Iyad Aflaq.

Tawanan lain bernama Mustafa Delaney, seorang tentara cadangan dalam barisan Rezim, menuding Hizbullah dan milisi Syiah telah meninggalkan mereka dan bergerak ke tempat lain.

Saking kesalnya, Delaney bahkan menyebut Hizbullah sebagai “Partai Setan”, yang diketahui menurunkan dua ratus personel dalam pertempuran ini.

Dalam beberapa terakhir, oposisi Suriah meraih kemajuan dalam perang besar di Aleppo. Selain mengambi alih beberapa desa penting, mereka juga berhasil menewaskan dan menawan puluhan milisi Syiah dan pasukan Assad. (kt/headlineislam)

0 comments: