Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kekhawatiran timbulnya perang Sunni-Syiah terus meningkat pada hari Jumat saat milisi Syiah mengelilingi kota mayoritas Sunni yang dikuasai Islamic State (IS), di Tal Afar Irak utara, lansir Anadolu Agency Jumat (25/11/2016).

Pasukan Syiah Hashd al-Shaabi, sebuah kelompok payung milisi Syiah pro-pemerintah, sekarang mengelilingi kota yang terutama dihuni oleh etnis Turkmen – dari barat dan selatan.

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi menegaskan bahwa hanya pasukan dari tentara brigade 72 dan 92 – yang terdiri dari unit Sunni dan Syiah – yang akan masuk Tal Afar.

Namun jaminan tersebut gagal meredakan kekhawatiran potensi konflik Sunni-Syiah.

Hasan Turan, wakil direktur jenderal the Iraqi Turkmen Front, telah menyuarakan kekhawatiran atas keselamatan warga Turkmen di kota, yang, sekarang menghadapi kekurangan (krisis) makanan.

“Syiah Hashd al-Shaabi merupakan ancaman serius bagi penduduk sipil Tal Afar,” kata Turan kepada Anadolu Agency.

Turan juga menyuarakan kekhawatirannya tentang kemungkinan “perubahan demografis” di Tal Afar, yang telah menjadi rumah bagi sekitar 350.000 Turkmen sebelum kelompok IS merebut kota pada tahun 2014.

“Kami telah menyusun rencana agar pengungsi dari Tal Afar dapat kembali ke rumah mereka,” katanya.

“Ribuan warga Tal Afar baru-baru ini melarikan diri ke Turki, Kirkuk, Karbala, Baghdad dan Erbil,” tambahnya.

“Sangat penting untuk memastikan kembalinya orang-orang ini ke rumah mereka,” kata Turan.

Seorang pejabat senior Irak di Tal Afar, yang berbicara anonim kepada Anadolu Agency karena masalah keamanan, memperingatkan potensi “perang Sunni-Syiah” di Tal Afar setelah milisi Syiah memasuki kota.

“Milisi Syiah Hashd al-Shaabi mungkin membalas dendam pada penduduk kota itu yang sebagian besar Sunni,” katanya.

“Sebagian besar Turkmen yang memiliki kesempatan untuk melarikan diri [dari Tal Afar] melarikan diri ke daerah-daerah yang dikuasai oleh pejuang Peshmerga dan tentara Irak atau wilayah Suriah yang dikuasai IS,” tambah pejabat itu.

Aydin Maruf, seorang anggota parlemen Irak untuk Turkmen Front, mengatakan bahwa dia dihubungi beberapa keluarga Turkmen yang tetap terjebak di Tal Afar melalui telepon.

Banyak warga sipil kota baru-baru ini telah meninggalkan rumah mereka akibat serangan mortir oleh milisi Hashd al-Shaabi pada bagian kota yang dikuasai IS, kata Maruf, menegaskan bahwa hanya sekitar 50.000 Turkmen yang masih tetap berada di Tal Afar.

“Meskipun IS sedang mencoba untuk menghentikan mereka meninggalkan kota, banyak Turkmen telah melarikan diri ke daerah-daerah yang dikuasai oleh Peshmerga atau tentara Irak,” katanya.

“Kami juga mendengar bahwa beberapa keluarga telah pergi ke Suriah,” tambahnya.

Tokoh politik Sunni di Irak telah secara konsisten memperingatkan bahwa masuknya milisi Syiah ke Tal Afar bisa memicu konflik sektarian dengan warga Sunni-Muslim kota.

Tal Afar adalah kota mayoritas Sunni di provinsi Nineveh utara Irak, dimana Mosul adalah ibukota provinsi.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengancam Hashd al-Shaabi , Turki akan mengambil “semua langkah militer yang diperlukan” untuk melawan ancaman potensial yang ditimbulkan oleh masuknya milisi Syiah ke Tal Afar.

Bulan lalu, tentara Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS dan sekutu lokal di darat – memulai operasi luas untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

Dalam konteks yang sama, tentara Irak – dalam hubungannya dengan milisi Syiah Hashd al-Shaabi – juga berusaha “membebaskan” Tal Afar (yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah barat Mosul) dari cengkeraman kelompok IS. (jurnalislam)

0 comments: