Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - PBB pada Kamis (22/09/2016) memperingatkan bahwa 40 truk makanan yang sedang terhenti di perbatasan Turki-Suriah, karena menunggu izin dari rezim Suriah, akan kadaluarsa pada hari Senin depan, dikutip Middleeastmonitor.com.

“Empat puluh sedang menunggu di perbatasan Turki-Suriah, makanan tersebut akan kadaluarsa pada hari Senin, dan para pengemudinya tidur di perbatasan dan telah berada di sana sampai sekarang selama seminggu,” kata Jan Egeland, penasihat khusus utusan PBB untuk Suriah.

“Aleppo Timur dikelilingi militer, tidak mungkin masuk ke dalam dengan truk bantuan kami,” katanya dalam konferensi pers bersama di Jenewa dengan Ramzy Ezzeldin Ramzy, wakil utusan khusus PBB untuk Suriah, setelah pertemuan dengan Grup Dukungan Suriah Internasional, Humanitarian Access Task Force.

Terhadap pemimpin rezim Suriah, Bashar Assad, ia meminta, “Lakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk memungkinkan kita sampai ke Aleppo timur dan juga daerah terkepung lainnya. Kami juga harus mendapatkan jaminan, dalam hal ini di Aleppo timur, dari kelompok oposisi bersenjata agar bisa masuk. ”

Egeland menyebut serangan terhadap konvoi bantuan di Big Urem luar Aleppo, Senin ini (19/09/2016) sebagai “serangan terburuk yang pernah dilakukan di garis lintas PBB, konvoi lintas perbatasan.”

PBB telah meminta penyelidikan independen dari serangan itu, katanya. (hidayatullah)

0 comments: