Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Statistik baru oleh organisasi bantuan lokal menunjukkan bahwa hampir 4.000 penyandang disabilitas termasuk 500 anak dan 700 amputasi hidup di pedesaan yang terkepung di Homs.

Abu Muhsin, seorang ayah dari pemuda penyandang disabilitas mengatakan bahwa ia tidak bisa lagi membiayai perawatan anaknya dan kebutuhannya setelah ia menjadi lumpuh karena cedera oleh tembakan rudal di dekat rumahnya.

Ia menambahkan: “Anak saya membutuhkan 50.000 pound Suriah setiap bulan untuk pengobatan dan makanan, ia membutuhkan operasi, banyak organisasi bantuan di Turki yang memberikan bantuan pengobatan, namun pengepungan mencegah kami untuk mendapatkan kesempatan itu, dia beresiko diamputasi jika dokter di pedesaan yang terkepung di Homs tidak menemukan pengobatan yang cocok,” seperti dilansir Zaman Alwasl pada Selasa (25/10/2016).

Abu Muhsin menegaskan bahwa utangnya telah mencapai satu juta pound Suriah, sementara organisasi-organisasi bantuan menyediakan tidak lebih dari 10% dari biaya.

Dalam konteks yang sama, Dr. Abdullah, seorang ahli Ortopedi dari Homs menyebutkan peningkatan jumlah amputasi terhadap infeksi dan pendarahan di samping lamanya waktu untuk mencapai rumah sakit, ditambah kurangnya staf medis dan peralatan khusus membuat sulit untuk menyelamatkan anggota badan korban.

Dokter menghimbau agar badan amal mendukung mereka untuk mendirikan sebuah pusat prostesis di pedesaan Homs seperti yang ada di Daraa dan Douma. (haninmazaya/arrahmah.com)

0 comments: