Breaking News
Loading...

Syaikh Al Azhar Ahmad Muhammad Ath Thayyeb saat meakukan pertemuan di kantor MUI, Jakarta, Senin (22/02/16)
Syiahindonesia.com - Pernyataan Syaikh Ahmad Muhammad Ath Tahayyib beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa Suni dan Syiah adalah bersaudara mendapat kecaman keras dari pengurus MUI Pusat. Melalui release yang disampaikan MUI menjelaskan beberapa pendapatnya.

“Pimpinan MUI menyampaikan apresiasi atas kunjungan beliau ke kantor MUI. Namun menyesalkan sebagian ceramah yang mengandung tasykik (mengaburkan substansi masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah) terhadap persoalan Sunni-Syi’ah.” Ungkap Ustadz Irfan Helmi Selasa, (23/2/2016).

Pimpinan MUI tetap mengacu kepada hasil keputusan Rakernas MUI 1984 dan buku panduan MUI bahwa terdapat perbedaan ushul (pokok agama) antara sunni dan syi’ah. (Lihat buku “Himpunan Fatwa MUI Sejak Th 1975”). Syi’ah di indonesia hanya ada satu firqoh yaitu imamiyah itsna asyariyah alias rafidhah yang jelas menyimpang. (Lihat buku panduan MUI “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”).

Ustadz Irfan Hilmi menambahkan, Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan “Syi’ah dan Sunni adalah bersaudara”. Syi’ah yang mana? Apakah Syi’ah yang membunuhi Ahlus Sunnah di Iran, Iraq, Lebanon, Suriah, dan Yaman? Ucapan itu sudah tidak relevan lagi pada masa sekarang.

Terakhir, MUI tetap akan mengeluarkan fatwa tentang kesesatan lima ajaran yang selama ini dianut oleh Syi’ah. (panjimas.com)

0 comments: