Breaking News
Loading...

Syaikh Al Azhar Ahmad Muhammad Ath Thayyeb saat meakukan pertemuan di kantor MUI, Jakarta, Senin (22/02/16)
 Oleh: Ust. Moehammed Hidayatulloh, Mahasiswa S2 Al Azhar, Mesir


Syiahindonesia.com - Pagi tadi, saya mendapatkan telepon dari salah seorang petinggi Masyikhah (kantor Grand Shaikh Al-Azhar). Saya diminta untuk segera datang ke kantor dan menerjemahkan sejumlah berita yang tersebar di media-media Indonesia ke dalam bahasa Arab. Begitu saya masuk kantor dan duduk di depan komputer, betapa kagetnya saya dengan ‘kebisingan’ wacana di media sosial.

Selepas Grand Shaikh Al-Azhar mengeluarkan pernyataan bahwa Syiah tidak kafir dan bersaudara dengan sunni, namun cacian mereka kepada para sahabat Nabi SAW. adalah bentuk kesesatan, dunia media sosial menjadi sangat rame. Pernyataan ini menyebar secara viral dan dikutip oleh berbagai media.

Syiah dan pendukungnya tentu saja senang dengan hal itu. Demikian juga dengan para pembenci Grand Shaikh, karena dengan ini bertambah lagi amunisi untuk mengkriminalisasi sosok beliau yang mereka tuduh sebagai pendukung ‘kudeta’ Mesir.

Bagi pelajar pemula dalam studi akidah Islam pasti dapat membedakan antara kafir sesat dengan tidak kafir tapi sesat. Yang pertama jelas kafir atau murtad dari Islam, seperti mengingkari hal-hal yang sudah ma’lum min ad-din bid-dharurah. Sedangkan yang kedua, tentu saja masih dianggap sebagai seorang MUSLIM, meski sejumlah pendapatnya dianggap sesat atau menyimpang.

Nah, problem Syiah saat ini yang paling disorot itu adalah penghinaan sejumlah kalangan Syiah terhadap para sahabat Nabi SAW.. Hal ini, meski otoritas Syiah Iran menyerukan agar tidak dilakukan, namun fakta di lapangan menunjukkan hal lain. Sehingga, Grand Shaikh sendiri pun dalam beberapa kesempatan mengkritik hal itu. Bahkan saat ini Al-Azhar di bawah pimpinan beliau mengadakan lomba menulis tentang "Bahaya Penyebaran Syi'ah di Wilayah Sunni".

Singkatnya, memahami pernyataan Grand Shaikh janganlah sepotong-potong, seperti Syiah adalah saudara Sunni, TANPA menyebutkan bahwa Syiah sesat dan berbahaya jika disebarkan di wilayah Sunni. Atau mengutip bahwa Syiah tidak kafir, TAPI LUPA mengutip –atau sengaja—pernyataan beliau bahwa Syiah itu sesat.

Semoga virus gagal paham di tengah masyarakat kita tidak begitu mewabah demi kepentingan politik, adu domba, atau kepentingan sesaat lainnya. (muslimedianews)

0 comments: