Breaking News
Loading...

Jaringan Syiah di Kampus PINISI (UNM), Foto by: Syiahindonesia.com

Syiahindonesia.com - Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman penulis selama berkuliah di Kampus Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM). Dalam tulisan ini penulis berupaya menyajikan bukti-bukti bahwa Syiah sudah mengakar di UNM. Entah harus memulai dari mana, saking banyaknya organisasi dan kegiatan yang disusupi oleh pemikiran Syiah ini. Karena penulis bukan orang yang mahir dalam menulis berita, maka mohon maaf saja jika tulisan ini masih berantakan.

Muqaddimah

Salah satu basis Syiah di Indonesia adalah Kota Makassar. Berkembangnya Syiah di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh globalisasi dunia dan semangat Revolusi yang digaungkan oleh Khomeini dari Iran. Semangat keislaman yang kuat dikalangan mahasiswa, berhasil ditunggangi oleh Syiah. Akhirnya, 20 tahun kemudian, berdirilah ormas IJABI Sulsel yang dimotori oleh mantan aktivis kampus.
   
Perkembangan Syiah di Makassar mulai muncul sekitar tahun 80-an. Yaitu setelah suksesnya Revolusi di Iran. Beberapa kalangan mahasiswa mulai bersentuhan dengan pemikiran Jalaluddin Rahmat melalui buku maupun ceramah-ceramahnya. Kelompok kajian Islam yang waktu itu sangat bersemangat, tertarik dengan figur Khomeini dan revolusinya. Muncullah nama-nama seperti Hafid Paronda, Surahman, Rusli Malik, dan sebagainya, yang kemudian “melanjutkan” ketertarikannya kepada Syiah. Berlanjut kemudian mereka-mereka menjadi trainer Syiah pada berbagai kegiatan.

Pemikiran Syiah kemudian masuk kalangan anak-anak HMI baik Dipo maupun MPO. Sehingga tidak bisa dihindari kaderisasi HMI dimanfaatkan juga sebagai kaderisasi Syiah. MPO sendiri hingga saat ini tidak bisa melepaskan diri dari citra sebagai sarangnya mahasiswa Syiah.

Dikampus, Syiah selain masuk ke organisasi extra kampus, juga mulai masuk ke lembaga intra seperti LDK MPM di UNHAS, dan UKM LKIMB di UNM (waktu itu masih bernama IKIP Ujung Pandang). Trainer-trainer Syiah yang diupgrade di Bandung sangat giat melakukan kaderisasi di kedua kampus tersebut.

Lihat: https://bacamisaja.wordpress.com/2012/03/15/kilas-balik-syiah-di-makassar/

Kajian Filsafat….

Salah satu modus operandi Syiah dalam merekrut kader, adalah melakukan kajian Filsafat. Pada awalnya melakukan diskusi-diskusi kecil kepada calon kader. Kemudian secara bertahap diarahkan untuk melakukan kajian rutin. Kajian yang paling awal dibahas biasanya tentang ketuhanan. Mula-mula orang-orang Syiah akan menjadikan calon kadernya menjadi seorang atheis yang tidak percaya akan Tuhan. Lalu saat terjadi kekosongan iman dalam hati dan pikiran calon kadernya, dimulailah doktrin-doktrin syiah ditanamkan secara perlahan, hingga akhirnya menjadi Syiah tulen.

UKM LKIMB UNM

Tak dapat dipungkiri bahwa UKM LKIMB UNM merupakan sarang utama Kader-kader Syiah di UNM. Berikut ini Foto Ketua Umum UKM LKIMB UNM berfoto bersama Ulama Syiah asal Iran.

UKM LKIMB UNM mengaku bahwa di organisasi mereka ini merupakan wadah bagi mahasiswa Islam untuk semua mazhab, tapi pada kenyataannya, Syiah menguasai organisasi ini sejak awalnya.

Syiah Vs. Tarbiyah

Meskipun Gerakan Syiah sangat terstruktrur dan masif, namun masih dapat diimbangi oleh Gerakan Tarbiyah. Gerakan Tarbiyah di UNM mampu menggusur dominasi kader-kader Syiah dari masjid-masjid di UNM. Gerakan Tarbiyah yang direpresentasikan oleh Study Club (SC)  di tiap Fakultas sukses mengamankan masjid-masjid di UNM. Sehingga kader-kader Syiah lebih memilih melakukan kajian-kajian di tempat-tempat perkumpulan rahasianya.

Namun, Gerakan Syiah di kampus UNM sukses menyusupkan kader-kadernya ke dalam setiap LK (Lembaga Kemahasiswaan) seperti di BEM, MAPERWA, UKM-UKM, maupun LK tingkat Fakultas maupun tingkat Jurusan. Berbeda dengan Gerakan Tarbiyah yang mana kadernya hanya fokus pada Studi Islam dalam bidang akidah dan akhlak, dan tidak mempersiapkan kader-kadernya untuk duduk di kursi Lembaga Kemahasiswaan.


Organisasi Lainnya

LDSI Al-Muntazhar

LDSI Al-Muntazhar merupak organisasi dakwah yang berpaham Syiah. Salah satu lahan untuk merekrut kader adalah di Kampus UNM. Salah satu kader LDSI Al-Muntazhar mengekspos kegiatannya, Lihatlah mereka berseru “Sambut panggilan Al-husain.”


Dokumentasi Pemikiran beberapa mahasiswa UNM

1. Ulama Iran mengunjungi UNM

Ulama asal Iran, Ahmadi, membuka ajakan kerjasama bagi Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya. bahkan mengajak Rektor UNM, Arismunandar, berkunjung ke Iran dan membuat MoU. Selain itu Ahmadi juga menantang Arismunandar agar membuat Iranian Corner di Kampus UNM agar MoU nantinya mampu berjalan dengan baik. Baca selengkapnya di:  http://profesi-unm.com/2014/07/24/unm-ditantang-mou-dengan-iran/
Namun upaya Iran untuk mendirikan Iranian Corner di Kampus UNM sepertinya gagal karena UNM sudah terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan Pemerintah Arab Saudi dengan didirikannya Pusat Bahasa Arab di UNM hasil bantuan Aarab Saudi.

2. Ulama Iran jadi Penceramah di Menara Pinisi UNM

Seorang ulama asal Iran, Dr Ahmadi Al-Shahrakti. Ia juga sekaligus dosen di Universitas Khawarazmi, Tehran, Iran, berkunjung ke UNM.

Baca selengkapnya: http://profesi-unm.com/2014/07/24/ulama-iran-jadi-penceramah-di-menara-pinisi/


3. Mengenakan kaos Imam Ali

Alto Makmuralto megenakan kaos Imam Husein (Alumni UNM, Kader UKM LKIMB UNM)

Oleh: Ahmad Tarmidzi*

*Untuk menjaga identitas penulis, kami menggunakan nama inisial.

Anda bisa turut melaporkan perkembangan Syiah di daerah anda untuk kemudian di posting di situs Syiahindonesia.com guna disebarkan kepada Umat Islam di Indonesia sebagai andil dakwah kita dalam rangka membendung pertumbuhan aliran sesat Syiah. Silahkan klik disini.

(nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: