Breaking News
Loading...

Sabtu, 14 Zulhijjah 1436 H / 26 September 2015 16:15 wib

Syiahindonesia.com - Musibah yang terjadi di Mina, Arab Saudi beberapa waktu lalu meningglkan rasa haru dan tangis yang mendalam. Pasalnya, sebanyak hampir 700 jamaah haji meninggal karena musibah di Mina tersebut.

Namun, tahukah kita bahwa segala sesuatu yang terjadi tentu ada dasar mengapa dan seperti apa hal demikian bisa tercipta?

Dilihat dari sisi teknis, ratusan juta manusia yang berkumpul di bagian titik dalam menjalani ibadah haji merupakan riskan terjadi gesekan-gesekan. Dan itu harus diakui. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi-sisi lainnya, dan patut diduga kuat, bahwa ternyata ada peran lain dalam "menciptakan" musibah tersebut. Ustadz Firanda Andirja melalui akuin Facebook-nya men-translate ceramah imam masjidil Haram, Mekkah mencoba membagikannya sisi lain itu.

Syaikh Shalih bin Muhammad alu Thalib hafizohullah mislanya saja menyatakan dalam khutbah Jum'atnya, bahwa sisi lain itu dapat dilihat lantang dan sedunya Iran dalam melihat musibah Mina.

Ia menyebut apa yang diungkapkan Iran tidak lebih sebagai tipu daya terhadap umat Islam dunia dalam perkara Mina. Dalam sejarah, sebaliknya Iran jelas-jelas pernah mencoba membuat kerusakan di Tanah Haram itu dengan melakukan pemboman.

من السخرية المريرة أن يصطنع النواحة من له تاريخ إجرامي في الحرم بقتل وتفجير فيه

"Merupakan banyolan yang pahit, mereka yang memiliki sejarah kriminal pembunuhan dan peledakan di Tanah Haram, namun berlagak menampakan raungan kesedihan (atas wafatnya jamaah haji)."

Seolah berlaku sedih dan terharu, namun di lain sisi Iran mengirim pasukannya ke tanah umat Islam di Irak, Yaman, dan Suriah untuk membunuh. Dan menurutnya ini adalah hal yang timpang untuk mengakui Iran benar-benar sedih melihat musibah di Mina.

من عجائب متصنعي البكاء على المسلمين أنهم هم من يبعثون الميليشيات في العراق و اليمن و سوريا.

"Di antara keanehan mereka yang berlagak menangisi wafatnya (jamaah haji) kaum muslimin, ternyata merekalah yang telah mengirim pasukan milisi ke Iraq, Yaman, dan Suria (untuk membumi hanguskan kaum muslimin-pen)."

Sementara itu, berdasar info yang didapat, para pejabat keamanan dan saksi mata telah dilaporkan mengatakan penyerbuan terjadi karena satu kelompok peziarah (Syiah) yang telah menyelesaikan “jumrah” di Jamarat memaksakan diri berjalan keluar melalui gerbang yang tidak tepat.

Sontak Raja Salman pun menginstruksikan investigasi menyeluruh atas tragedi ini dan meminta semua pihak menanti hasilnya untuk evaluasi yang lebih utuh.

Atas sikap, perilaku, dan tindakan Iran ini, Syaikh melihat lambat laun umat Islam akan tahu bahwa apa yang negara Syiah itu lakukan tak lebih hanya kedok atau topeng untuk mengelabui ahlusunnah wal jamaah.

Dan ia berharap, apa yang dilakukan atau direspon oleh Iran akan di kemudian hari akan dibalas dengan setimpal dengan terciptanya kegembiraan bagi kaum muslimin (ahlusunnah) di segala penjuru dunia.

ما زادتكم الأيام إلا فضحا ولا الحوادث إلا قرحا وأبشروا بما يسر المسلمين ويسؤوكم ويكشف الغمة عن المسلمين.

"Tidaklah bertambah hari-hari kecuali semakin membongkar kedok kalian, tidaklah terjadi peristiwa-peristiwa kecuali semakin menambah luka kalian, nantikanlah hal yang menggembirakan kaum muslim dan menyedihkan kalian dan hilangnya kasedihan dari kaum muslimin." (Robigusta Suryanto/voa-islam.com/syiahindonesia.com)

0 comments: