Breaking News
Loading...

Illustrasi kaum Syiah
Syiahindonesia.com - Diantara ajaran sesat Syiah adalah diperbolehkannya mut'ah atau kawin kontrak sampai masa tertentu. Berbeda dengan Islam, dengan tegas Rasulullah saw telah melarang nikah Mut'ah sebagaimana disabdakan oleh beliau saw:

 عَن الرَّبيِْع بن سَبْرَة عَنْ أَبِيْه ِرضى الله عنه أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : ياَ أَيَّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الاسْتِمْتاَعِ مِنَ النِّسَاءِ , وَ إِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ ذلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ , فَمَنْ كاَنَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَلْيُخْلِ سَبِيْلَهُ , وَ لَا تَأْخُذُوْا مِمَّا آتَيْتمُوْهُنَّ شَيْئاً " .

Dari Rabi` bin Sabrah, dari ayahnya Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ia bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Wahai, sekalian manusia. Sebelumnya aku telah mengizinkan kalian melakukan mut'ah dengan wanita. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengharamkannya hingga hari Kiamat. Barangsiapa yang mempunyai sesuatu pada mereka , maka biarkanlah! Jangan ambil sedikitpun dari apa yang telah diberikan”.

Mengenai pilihan siapa saja wanita yang boleh dimut'ah, ada beberapa ulama Syiah yang mengatakan bahwa PSK/pelacur atau pezina boleh di mut'ah. Berikut beberapa fatwa ulama Syiah mengenai kebolehan nikah mut'ah dengan PSK:

 سألت أبا عبد الله - عليه السلام - في المرأة تزني عليها أيتمتع بها؟ قال: أرأيت ذلك؟ قلت: لا, ولكنها ترمى به قال: نعم يتمتع بها
رسالة المتعة - الشيخ المفيد - الصفحة ١٢

“Aku bertanya kepada Aba ‘Abdillah –‘alaihi Salam- mengenai seorang wanita (Syiah) yang melakukan Zina, dapatkah aku melakukan Mut’ah dengannya?” Lalu beliau berkata, “Apakah engkau melihatnya (berzina)?” Jawabku, “Tidak, namun ia dituduh (berzina).” Lantas beliau menjawab, “Iya, lakukanlah Mut’ah dengannya.”

[Risalah al-Mut’ah 12, al-Mufid Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/15_رسالة-المتعة-الشيخ-المفيد/الصفحة_11]

سؤال 861: رجل يعرف زانية ولكنه لا يعرف بأنها مشهورة أو غير مشهورة, فهل يجوز التمتع بها؟
الخوئي: لا بأس ما لم يعلم بالوصف (أهي مشهورة أم غير مشهورة؟)
صراط النجاة - الميرزا جواد التبريزي - ج ١ - الصفحة ٣١٨
Soal 861 : Terdapat seorang laki-laki yang mengenal seorang wanita (Syiah) Pezina, namun ia tidak mengetahui apakah wanita tersebut terkenal atau tidak terkenal (dalam berzina). Apakah diperbolehkan melakukan Mut’ah dengannya?
Jawab al-Khuiy : Tidaklah mengapa (melakukan Mut’ah) selama tidak diketahui perihalnya (apakah ia terkenal atau tidak terkenal (dalam berzina)).
[Shirath an-Najah 1/318, al-Mirza Jawad at-Tibriziy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/777_صراط-النجاة-الميرزا-جواد-التبريزي-ج-١/الصفحة_311]

لا بأس أن يتمتع الرجل بالفاجرة
مختلف الشيعة - العلامة الحلي - ج ٧ - الصفحة ٢٣٧
“Tidaklah mengapa seorang laki-laki melakukan Mut’ah dengan seorang wanita Pelacur (Syiah).”
[Mukhtalif asy-Syiah 7/237, al-Hilliy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/100_مختلف-الشيعة-العلامة-الحلي-ج-٧/الصفحة_236]

سأل عمار وانا عنده عن الرجل يتزوج الفاجرة متعة قال: لا بأس
تهذيب الأحكام - الشيخ الطوسي - ج ٧ - الصفحة ٢٥٣
‘Ammar bertanya, sedangkan aku (Zurarah) berada di sisi beliau (Imam), (‘Ammar bertanya) mengenai seorang laki-laki yang melakukan kawin Mut’ah dengan seorang wanita Pelacur (Syiah). Lalu beliau menjawab, “Tidaklah mengapa.”
[Tahdzib al-Ahkam 7/253, ath-Thusiy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1167_تهذيب-الأحكام-الشيخ-الطوسي-ج-٧/الصفحة_253]

ولا بأس أن يتمتع الإنسان بالفاجرة
السرائر - ابن إدريس الحلي - ج ٢ - الصفحة ٦٢١
“Dan tidaklah mengapa seorang laki-laki melakukan Mut’ah dengan wanita Pelacur (Syiah).”
[As-Sarair 2/621, Ibn Idris al-Hilliy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/50_السرائر-ابن-إدريس-الحلي-ج-٢/الصفحة_620]

(tanyasyiah.com/syiahindonesia.com)

0 comments: