Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Diantara fiqih Syiah adalah tidak termasuk pembatal puasa bagi orang yang melakukan Jima' dengan banci (khuntsa). Berikut pernyataan salah seorang ulama Syiah:

 لا يبطل الصوم بالجماع إذا كان نائما أو كان مكرها بحيث خرج عن اختياره كما لا يضر إذا كان سهوا

لو قصد التفخيذ مثلا فدخل في أحد الفرجين لم يبطل ولو قصد الادخال في أحدهما فلم يتحقق كان مبطلا من حيث إنه نوى المفطر

 إذا دخل الرجل بالخنثى قبلا لم يبطل صومه ولا صومها

العروة الوثقى - السيد محمد صادق الروحاني - ج ٢ - الصفحة ١١

Tidak membatalkan puasa jika jima’ dalam keadaan tidur atau dalam keadaan terpaksa yang di mana di luar kendalinya. sebagaimana juga tidak merugikan (batal puasa) jika dalam keadaan tidak sengaja.

Seandainya bermaksud (bersenang-senang) di paha, kemudian misalnya masuk ke salah satu dari 2 (dua) farji maka tidak membatalkan (puasa). Namun seandainya bermaksud memasukkannya (jima’) ke dalam salah satu dari 2 (dua) farji namun tidak terealisasi maka membatalkan (puasa), karena dalam hal ini sesungguhnya ia telah meniatkan untuk berbuka (membatalkan puasa).

Jika seorang laki-laki memasukkan (jima’) ke dalam kemaluannya banci (khuntsa) maka tidak membatalkan puasa laki-laki tersebut dan begitu juga dengan banci (khuntsa) tersebut.

[‘Urwah al-Wutsqa 2/11, Muhammad Shadiq ar-Ruhaniy Pendeta Syiah Rafidhah]
[shiaonlinelibrary.com/الكتب/759_العروة-الوثقى-السيد-محمد-صادق-الروحاني-ج-٢/الصفحة_11] (Tanyasyiah.com/syiahindonesia.com)

0 comments: