Breaking News
Loading...

Syiah dan Fitnah Terhadap Para Khalifah Islam

Syiahindonesia.com - Para Khulafaur Rasyidin—Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhum—merupakan pilar utama kejayaan Islam awal. Di bawah kepemimpinan mereka, panji-panji Islam meluas ke berbagai penjuru dunia, Al-Qur'an dikumpulkan dan dibukukan, serta syariat Nabi SAW ditegakkan dengan penuh keadilan. Rasulullah SAW sendiri telah memberikan pujian dan rekomendasi tegas: "Hendaklah kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Namun, dalam teologi dan narasi sejarah yang dibangun oleh kelompok Syiah Raafidhah / Itsna Asyariyyah (Dua Belas Imam), para khalifah pendahulu Sayyidina Ali dijadikan sasaran fitnah, celaan, dan pengkafiran secara sistematis. Demi melegitimasi doktrin Imamah (hak kepemimpinan ilahi yang diklaim hanya milik Ali dan keturunannya), sekte Syiah mengonstruksi sejarah palsu yang menggambarkan para sahabat terbaik Nabi sebagai sosok-sosok yang khianat.

Berikut adalah beberapa bentuk fitnah dan tuduhan keji kelompok Syiah terhadap para Khalifah Islam:

1. Fitnah "Pengkhianatan Wasiat Nabi" dan Pengkafiran Sahabat

Doktrin dasar Syiah menetapkan bahwa kepemimpinan (Imamah) setelah Nabi SAW wafat adalah bagian dari rukun iman dan telah diwasiatkan secara langsung kepada Sayyidina Ali di Ghadir Khumm.

Sisi Fitnahnya: Atas dasar asumsi ini, Syiah menuduh Sayyidina Abu Bakar, Umar, dan Utsman telah bersekongkol merebut kekhalifahan secara tidak sah. Bahkan, literatur-literatur rujukan utama Syiah secara ekstrem menyatakan bahwa mayoritas Sahabat Nabi telah murtad (keluar dari Islam) sepeninggal Rasulullah SAW karena membaiat Abu Bakar.

Tuduhan ini merupakan fitnah keji yang membenturkan antara para Sahabat dan Ahlul Bait. Sejarah otentik mencatat bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib secara sukarela membaiat Abu Bakar, Umar, dan Utsman, serta menjadi penasihat utama mereka dalam urusan pemerintahan dan hukum.

2. Dongeng "Penyerangan Rumah Sayyidah Fatima"

Salah satu narasi palsu yang paling sering dipropagandakan oleh penceramah dan penulis Syiah untuk membangkitkan emosi pengikutnya adalah kisah penyerangan rumah Sayyidah Fatimah Az-Zahra RA.

Sisi Fitnahnya: Mereka merekayasa cerita bahwa Sayyidina Umar bin Khattab mendobrak dan membakar pintu rumah Sayyidah Fatimah, mendhalimi putri Rasulullah SAW tersebut hingga menggugurkan kandungannya (bayi bernama Muhsin).

Narasi ini tidak hanya fitnah terhadap Sayyidina Umar, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap keberanian Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Merekayasa Sayyidina Ali diam saja melihat istrinya dizalimi secara fisik adalah gambaran yang sangat bertolak belakang dengan karakter Asadullah (Singa Allah) yang gagah berani. Hubungan kekeluargaan yang harmonis—seperti ditikahkannya putri Sayyidina Ali (Ummu Kultsum) dengan Sayyidina Umar—membuktikan bahwa dongeng penyerangan tersebut adalah kebohongan buatan.

3. Menuduh Khulafaur Rasyidin Mengubah dan Memalsukan Syariat

Untuk membenarkan perbedaan praktis ibadah mereka dengan mayoritas umat Islam, Syiah melemparkan tuduhan bahwa para Khalifah telah melakukan bid'ah dan mengubah hukum-hukum agama.

Sisi Fitnahnya:

  • Sayyidina Abu Bakar RA difitnah merampas tanah Fadak dari Sayyidah Fatimah, padahal Abu Bakar hanya menjalankan sabda Nabi SAW: "Kami para nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah."

  • Sayyidina Umar RA difitnah mengharamkan Nikah Mut'ah atas kehendak pribadinya, padahal keharaman nikah mut'ah telah ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW secara permanen pada Perang Khaibar dan Penaklukan Makkah.

  • Sayyidina Utsman RA difitnah melakukan nepotisme dan merusak mushaf Al-Qur'an, padahal jasa terbesar Utsman adalah menyatukan umat Islam di atas satu standar penulisan Al-Qur'an (Mushaf Utsmani).

4. Ritual Celaan dan Doa L'anati (Doa Dua Berhala Quraisy)

Bukan sekadar konsumsi sejarah, celaan terhadap para Khalifah diwujudkan dalam bentuk ritual ibadah dan doa harian dalam tradisi Syiah.

Sisi Fitnahnya: Dalam kitab-kitab doa Syiah (seperti Mafatihul Jinan karya Abbas Al-Qummi), terdapat doa khusus bernama Dua' Shanamai Quraysh (Doa Dua Berhala Quraisy) yang berisi kutukan dan permohonan laknat kepada Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar RA. Menjadikan celaan dan laknat kepada para Khulafaur Rasyidin sebagai ritual yang mendatangkan pahala menunjukkan betapa jauhnya ajaran ini dari akhlak Islam yang diajarkan Rasulullah SAW.

Kesimpulan

Fitnah kelompok Syiah terhadap para Khalifah Islam merupakan bagian dari strategi teologi untuk meruntuhkan kesucian generasi pertama pemeluk Islam. Ketika para penyampai agama (para Sahabat dan Khalifah) berhasil dicitrakan buruk dan buruk akidahnya, maka seluruh bangunan hukum dan riwayat Islam yang dibawa oleh mereka akan ikut goyah.

Bagi kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia, memuliakan seluruh Khulafaur Rasyidin dan membela kehormatan para Sahabat Nabi adalah kewajiban iman. Mencintai Ahlul Bait tidak boleh dilakukan dengan cara membenci dan memfitnah para Sahabat, karena Rasulullah SAW mencintai kedua belah pihak dan mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dari mencela para sahabat beliau.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: